Petugas Damkar saat Menangani Kebakaran di Gudang Kayu Desa Sidorejo (Foto: Damkarmat Banyuwangi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Sebuah gudang penyimpanan kayu di Dusun Krajan, Desa Sidorejo, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, ludes dilalap si jago merah, Minggu (07/06/2026) sore. Kebakaran diduga dipicu api dari pembakaran sampah yang ditinggalkan pemiliknya hingga akhirnya merembet ke tumpukan material mudah terbakar di sekitar gudang.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 15.30 WIB. Gudang milik Puji Asmono (56) tersebut dalam kondisi kosong saat kebakaran terjadi.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, berdasarkan hasil penyelidikan awal, sumber api diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah di belakang gudang.
"Sesuai hasil asesmen di lapangan, kebakaran diduga dipicu dari aktivitas pembakaran sampah yang ditinggalkan dalam kondisi belum benar-benar padam. Percikan api yang tertiup angin kemudian mengenai tumpukan kayu dan janggel jagung yang mudah terbakar sehingga api cepat membesar," kata Edy.
Berdasarkan keterangan saksi, sekitar pukul 11.00 WIB dua warga diketahui membersihkan sampah di belakang gudang lalu membakarnya. Setelah api dianggap padam, keduanya pulang ke rumah masing-masing sekitar pukul 15.00 WIB.
Namun sekitar 30 menit kemudian, api yang diduga masih menyala tertiup angin dan menjalar ke area gudang kayu bakar. Dalam waktu singkat kobaran api membesar dan membakar bangunan beserta isinya.
Warga yang mengetahui kejadian itu berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Salah seorang saksi yang rumahnya berada di dekat lokasi sempat mencoba menyiram api menggunakan air dari keran rumah, namun kobaran api terus membesar.
"Warga berupaya melakukan pemadaman secara mandiri sambil meminta bantuan warga lain. Setelah itu laporan diteruskan ke Call Center Damkarmat Banyuwangi," ujar Edy.
Mendapat laporan, Damkarmat Banyuwangi menerjunkan dua unit mobil pemadam dari sektor Bangorejo dan Srono ke lokasi kejadian. Petugas tiba sekitar pukul 16.25 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar gudang.
Setelah hampir satu jam berjibaku, api akhirnya berhasil dipadamkan pada pukul 17.10 WIB. Petugas kemudian melanjutkan proses pendinginan hingga pukul 19.30 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun kebakaran menghanguskan bangunan gudang, mesin selep jagung, serta sejumlah material yang tersimpan di dalamnya.
Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp 15 juta.
Edy mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama saat cuaca berangin.
"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak meninggalkan pembakaran sampah tanpa pengawasan. Pastikan api benar-benar padam sebelum ditinggalkan karena kondisi angin dapat membuat api kembali menyala dan memicu kebakaran yang lebih besar," tegasnya.
Menurut Edy, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kebakaran tidak selalu berasal dari korsleting listrik atau kompor, tetapi juga bisa dipicu oleh kelalaian sederhana yang berujung kerugian besar. (ep)

