BYD Haka Semarang (Foto: BYD/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia semakin mendorong kebutuhan terhadap pilihan mobilitas yang tidak hanya praktis dan nyaman, tetapi juga lebih efisien serta selaras dengan kepedulian terhadap lingkungan. Kendaraan elektrifikasi kini mulai menjadi bagian dari pilihan gaya hidup modern, seiring meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap efisiensi energi dan kebutuhan akan mobilitas yang lebih berkelanjutan.
Perkembangan tersebut turut diperkuat dengan hadirnya fasilitas manufaktur BYD di Subang, Jawa Barat, yang resmi diresmikan pada 3 September 2026. Fasilitas seluas 126 hektare tersebut memiliki kapasitas produksi hingga 150.000 kendaraan per tahun dan menjadi bagian dari pengembangan ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia.
Chitra Ortho Prayundityo, Central Area Operation General Manager Haka Auto, yang akrab disapa Ndandit, mengatakan bahwa kendaraan elektrifikasi kini tidak lagi semata-mata dipandang sebagai alternatif kendaraan konvensional, tetapi mulai menjadi bagian dari perubahan gaya hidup masyarakat yang mengutamakan efisiensi, kenyamanan, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan.
“Mobilitas masa depan bukan hanya mengenai bagaimana kita berpindah dari satu tempat ke tempat lain, tetapi juga bagaimana aktivitas tersebut dilakukan secara lebih efisien dan bertanggung jawab terhadap lingkungan. Karena itu, kami melihat kendaraan elektrifikasi semakin relevan dengan gaya hidup masyarakat saat ini, terutama mereka yang mulai mempertimbangkan efisiensi energi dan biaya dalam aktivitas sehari-hari,” ujar Ndandit.
Dalam tahap awal pengembangan produksi domestik, BYD sedianya memproduksi model seperti BYD Atto 1, BYD M6 DM, BYD M6 EV, dan Denza D9 telah dipersiapkan dalam fasilitas tersebut untuk mendukung proses produksi domestik secara bertahap.
Bagi Haka Auto, perkembangan tersebut memberikan semakin banyak pilihan bagi masyarakat untuk menyesuaikan kendaraan dengan kebutuhan mobilitas dan gaya hidup masing-masing.
Menurut Ndandit, pilihan kendaraan elektrifikasi yang semakin beragam membuat masyarakat dapat menentukan teknologi berdasarkan kebutuhan mobilitasnya. Untuk aktivitas perkotaan yang membutuhkan kendaraan ringkas dan efisien, BYD Atto 1 menjadi salah satu pilihan city car listrik. Sementara BYD M6 EV menawarkan kendaraan listrik dengan ruang yang lebih luas untuk kebutuhan keluarga.
Di sisi lain, BYD M6 DM menghadirkan teknologi Dual Mode yang memadukan kemampuan berkendara listrik dengan fleksibilitas mesin berbahan bakar bensin. BYD sendiri menjelaskan teknologi DM sebagai konsep “Bensin Bisa. Listrik Bisa.”
Untuk kebutuhan mobilitas premium, Denza D9 menghadirkan pengalaman kendaraan elektrifikasi dalam format luxury MPV. Denza memosisikan D9 sebagai kendaraan yang menggabungkan teknologi kendaraan energi baru dengan kenyamanan dan pengalaman perjalanan premium.
“Jadi, pilihan kendaraan elektrifikasi tidak harus seragam. Ada konsumen yang membutuhkan kendaraan ringkas untuk mobilitas harian, ada keluarga yang membutuhkan ruang lebih besar, ada pula yang membutuhkan fleksibilitas teknologi atau pengalaman berkendara premium. Yang terpenting adalah bagaimana teknologi tersebut dapat menjawab kebutuhan mobilitas masing-masing,” tambah Ndandit.
Haka Auto melihat pendekatan tersebut semakin relevan di wilayah Tier 2, termasuk Jawa Tengah dan Jawa Timur, di mana kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan yang efisien terus berkembang seiring meningkatnya aktivitas ekonomi, mobilitas antarkota, serta gaya hidup masyarakat.
BYD Haka Magelang Perkuat Pilihan Mobilitas Efisien bagi Masyarakat Jawa Tengah
Di Jawa Tengah, kebutuhan terhadap kendaraan yang dapat mendukung aktivitas sehari-hari dengan tetap memperhatikan efisiensi menjadi salah satu perhatian BYD Haka Magelang.
Anton Timur Jaelani, Branch Manager BYD Haka Magelang, mengatakan bahwa karakter masyarakat di wilayah Magelang dan sekitarnya memiliki kebutuhan mobilitas yang beragam, mulai dari aktivitas dalam kota hingga perjalanan antarkota. Karena itu, keberadaan pilihan kendaraan elektrifikasi menjadi bagian dari berkembangnya alternatif mobilitas bagi masyarakat.
“Masyarakat di Magelang dan wilayah sekitarnya memiliki aktivitas yang cukup beragam. Mobilitas tidak hanya terjadi di dalam kota, tetapi juga terhubung dengan berbagai daerah di Jawa Tengah. Karena itu, kami melihat kendaraan elektrifikasi memiliki peluang untuk menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat yang menginginkan mobilitas praktis, nyaman, sekaligus lebih efisien,” ujar Anton.
Menurut Anton, edukasi dan pengalaman langsung menjadi bagian penting dalam memperkenalkan kendaraan elektrifikasi kepada masyarakat Tier 2.
Konsumen dapat mengenal teknologi kendaraan secara lebih dekat melalui aktivitas di dealer, konsultasi produk, hingga pengalaman test drive. Dengan demikian, konsumen dapat mempertimbangkan kendaraan berdasarkan kebutuhan aktual, bukan hanya berdasarkan spesifikasi di atas kertas.
“Sekarang konsumen semakin kritis. Mereka ingin mengetahui bagaimana kendaraan digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seberapa praktis, bagaimana kenyamanannya, dan apakah teknologi tersebut sesuai dengan kebutuhannya. Karena itu, kami berusaha memberikan pengalaman yang lebih lengkap kepada konsumen,” tambah Anton.
Kehadiran BYD Atto 1, M6 EV, dan M6 DM memberikan alternatif bagi konsumen Jawa Tengah dengan kebutuhan yang berbeda. BYD Atto 1, misalnya, dikembangkan sebagai city car listrik yang ringkas, efisien, dan relevan dengan kebutuhan mobilitas perkotaan.
BYD Haka Gresik Hadirkan Alternatif Mobilitas Berkelanjutan untuk Gaya Hidup Modern di Jawa Timur
Sementara itu, di Jawa Timur, BYD Haka Gresik melihat perubahan gaya hidup masyarakat turut membuka ruang bagi kendaraan elektrifikasi sebagai bagian dari mobilitas modern.
Yoga Dwi Hartiar, Branch Manager BYD Haka Gresik, mengatakan bahwa masyarakat di Gresik dan wilayah sekitarnya memiliki kebutuhan mobilitas yang semakin dinamis, baik untuk aktivitas keluarga, pekerjaan, maupun perjalanan antarkota.
“Mobilitas masyarakat sekarang semakin dinamis. Karena itu, kendaraan bukan hanya harus nyaman, tetapi juga perlu memberikan efisiensi dalam penggunaannya. Kami melihat kendaraan elektrifikasi mulai menjadi salah satu pilihan bagi masyarakat yang ingin menjalani gaya hidup modern sekaligus memiliki perhatian lebih terhadap efisiensi dan lingkungan,” ujar Yoga.
Menurut Yoga, salah satu hal yang perlu terus diperkenalkan kepada masyarakat adalah keberagaman teknologi kendaraan elektrifikasi. Konsumen tidak hanya memiliki pilihan kendaraan listrik murni, tetapi juga teknologi Dual Mode yang dapat memberikan fleksibilitas sesuai kebutuhan.
BYD M6 DM menjadi salah satu contoh pilihan tersebut. Dengan teknologi DM, kendaraan dapat menggunakan tenaga listrik maupun bensin sesuai kebutuhan penggunaan, sementara BYD M6 EV menawarkan pengalaman berkendara berbasis tenaga listrik sepenuhnya.
“Setiap konsumen memiliki kebutuhan yang berbeda. Ada yang lebih banyak menggunakan kendaraan untuk aktivitas perkotaan, ada yang rutin melakukan perjalanan antarkota, dan ada pula yang membutuhkan kendaraan keluarga. Karena itu, kami ingin membantu konsumen menemukan teknologi yang paling sesuai dengan pola mobilitas mereka,” kata Yoga.
Menurutnya, kehadiran dealer di wilayah Gresik juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan teknologi kendaraan elektrifikasi kepada masyarakat. Selain menyediakan akses terhadap produk, dealer menjadi ruang bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi mengenai teknologi, layanan purnajual, serta merasakan langsung pengalaman berkendara.
Dari Gaya Hidup hingga Mobilitas Masa Depan
Haka Auto menilai perubahan menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan tidak hanya ditentukan oleh perkembangan teknologi kendaraan, tetapi juga oleh semakin mudahnya masyarakat mengakses informasi dan merasakan langsung manfaat kendaraan elektrifikasi.
Kehadiran fasilitas produksi BYD di Subang menjadi salah satu perkembangan penting dalam ekosistem kendaraan energi baru di Indonesia. Selain memperkuat kapasitas produksi domestik, fasilitas tersebut menjadi bagian dari langkah BYD untuk membangun basis manufaktur kendaraan energi baru di Indonesia. BYD menyatakan telah menghentikan impor kendaraan secara utuh (CBU) setelah fasilitas Subang mulai beroperasi, dengan pasokan berikutnya beralih ke produksi domestik secara bertahap.
Bagi Haka Auto, perkembangan tersebut berjalan seiring dengan upaya memperluas akses masyarakat terhadap kendaraan elektrifikasi melalui jaringan dealer dan pengalaman pelanggan di berbagai wilayah.
Ndandit menambahkan, perubahan menuju gaya hidup yang lebih ramah lingkungan dapat dimulai dari keputusan-keputusan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, termasuk memilih sarana mobilitas yang sesuai dengan kebutuhan dan semakin mempertimbangkan aspek efisiensi.
“Kami percaya perubahan gaya hidup menuju mobilitas yang lebih berkelanjutan dapat dimulai dari pilihan yang sederhana. Ketika masyarakat memiliki lebih banyak akses terhadap teknologi dan memahami manfaatnya, mereka dapat menentukan sendiri kendaraan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Peran Haka Auto adalah memberikan pilihan, informasi, dan pengalaman agar masyarakat dapat melihat secara langsung seperti apa mobilitas masa depan,” tutup Ndandit. (*Adv)

