Ketua Beserta Jajaran Pengurus PC MA IPNU Banyuwangi Menyerahkan Beasiswa (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - IPNU bukan semata organisasi. Bagi Presidium Cabang Majelis Alumni Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Banyuwangi adalah persaudaraan sehidup semati. Komitmen tersebut tampak dalam momentum hari lahir ke-72 IPNU dengan menyalurkan beasiswa pendidikan bagi anak yatim dari para aktivis IPNU di masanya yang telah wafat terlebih dahulu.
“Kami ingin senantiasa menjaga persaudaraan dengan rekan-rekan IPNU, bahkan yang telah meninggal dunia sekalipun. Di antaranya dengan turut mengurus pendidikan anak-anaknya,” ungkap Ketua PC MA IPNU Banyuwangi Lukman Hadi Abdillah, Selasa (24/02/2026).
Penyaluran beasiswa tersebut, imbuh Lukman, sebagai satu piranti untuk mengenalkan kepada anak-anaknya bahwa dahulu mendiang orangtuanya telah menorehkan jejak hidup yang baik. “Mereka bisa bangga dengan orantuanya. Bahwa dengan ber-IPNU, kemanfaatannya terus dirasakan hingga tiada sekalipun,” papar pengasuh Majelis Taklim Ababil, Genteng itu.
Dalam penyaluran tahap pertama tersebut, menyasar kepada dua sosok aktivis IPNU yang telah wafat. Yang pertama, Mohammad Sanusi yang wafat pada 2016 silam di usia 32 tahun. Ia meninggalkan dua orang anak yang masih usia sekolah. Semasa hidupnya, Sanusi pernah menjabat sebagai Ketua Pimpinan Cabang IPNU Kabupaten Banyuwangi masa khidmat 2012-2014.
Sedangkan beasiswa yang kedua disalurkan kepada keluarga mendiang Muhammad Nasih yang meninggal pada 1 Agustus 2024 lalu. Ia merupakan mantan Sekretaris PC IPNU Banyuwangi masa khidmat 2010-2012. Setelah purna di IPNU, lantas menjadi Wakil Sekretaris PCNU Banyuwangi.
“Kami menggalang dana dari sesama alumni IPNU serta dari sejumlah sumber dana lain yang halal dan tidak mengikat. Semoga nanti jangkauannya akan semakin luas,” harap Lukman.
Selain menyalurkan beasiswa pendidikan, Majelis Alumni IPNU Banyuwangi juga berkomitmen untuk terus mengenang para aktivis IPNU yang telah mendahului dengan menghelat haul dan doa bersama. Acara ini digelar secara reguler tiap bulan dengan anjangsana di setiap kecamatan.
“Kami mengirim doa, mengenang perjuangan, sekaligus memperkokoh solidaritas dengan anjangsana. Harapannya nanti bisa memberikan support kepada para junior yang masih berproses, sekaligus tumbuh bersama dengan para kader yang telah purna,” pungkas Lukman. (*)

