Cuaca Panas di Pantai Pulau Merah Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi awal musim kemarau 2026 di Banyuwangi akan berlangsung bertahap mulai pertengahan April hingga Juni. Meski demikian, potensi hujan masih tetap terjadi di masa peralihan musim.
Prakirawan BMKG Banyuwangi, Yustoto Windiarto, menjelaskan bahwa pada awal April, Banyuwangi masih berada dalam periode musim hujan. Kondisi ini membuat curah hujan masih cukup tinggi, terutama pada dasarian I atau tanggal 1–10 April.
“Pada awal April wilayah Banyuwangi masih berada pada masa musim hujan, sehingga potensi hujan masih terjadi hingga dasarian I,” ujarnya.
Memasuki dasarian II April atau periode 11–20 April, sebagian besar wilayah Banyuwangi mulai berangsur memasuki musim kemarau.
“Wilayah seperti Bangorejo, Banyuwangi Kota, Blimbingsari, Cluring, Gambiran, Giri, Glagah, Kabat, Muncar, Pesanggaran, Purwoharjo, Rogojampi, Siliragung, Singojuruh, Srono, Tegaldlimo, dan Tegalsari diperkirakan mulai masuk musim kemarau pada periode ini,” jelasnya.
Selanjutnya, pada dasarian III April atau 21–30 April, awal musim kemarau diprediksi mulai terjadi di Kecamatan Kalipuro.
“Untuk wilayah utara seperti Wongsorejo, awal kemarau diperkirakan baru terjadi pada dasarian II Mei atau sekitar 11–20 Mei,” tambah Yustoto.
Sementara itu, sejumlah wilayah lain seperti Genteng, Glenmore, Kalibaru, Licin, Sempu, dan Songgon diperkirakan baru benar-benar memasuki musim kemarau pada dasarian II Juni atau sekitar 11–20 Juni.
“Secara umum, awal musim kemarau di Banyuwangi tahun ini bervariasi, dimulai dari April hingga Juni, dengan sebagian besar wilayah lebih dulu masuk kemarau pada April,” terangnya.
Meski tren menuju kemarau mulai terlihat, BMKG mengingatkan bahwa cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi selama masa transisi.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi, terutama pada siang hingga sore hari,” tegasnya.
Masyarakat pun diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dinamis, terutama bagi sektor pertanian, perikanan, dan aktivitas di luar ruangan. (ep)

