Petugas Damkarmat Menunjukkan Ring Besi Usai Berhasil Menangani (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Aksi iseng berujung apes dialami seorang remaja putri di Banyuwangi. Jari kelingkingnya tersangkut ring besi hingga membengkak dan harus dievakuasi petugas Damkarmat.
Peristiwa ini dialami Ayu Pandan Utami (18), warga Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, Minggu (12/4/2026). Laporan kejadian masuk ke petugas sekitar pukul 16.13 WIB.
Awalnya korban bermain-main dengan ring besi hingga dimasukkan ke jari kelingking. Namun, benda tersebut justru tersangkut dan tidak bisa dilepas, hingga menyebabkan pembengkakan.
Korban kemudian menghubungi petugas Damkarmat Sektor Genteng untuk meminta bantuan. Setelah berkoordinasi, korban datang langsung ke pos Damkarmat untuk dilakukan penanganan.
Koordinator Damkarmat Genteng, Sutikno, mengatakan proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi jari korban sudah membengkak.
“Ring besi sudah cukup lama tersangkut sehingga jari mengalami pembengkakan. Kondisi ini membuat pelepasan tidak bisa dilakukan secara manual,” ujarnya.
Petugas akhirnya menggunakan alat gerinda potong mini untuk memutus ring besi tersebut. Proses ini dilakukan secara perlahan guna menghindari cedera pada korban.
“Kami menggunakan gerinda mini dengan teknik khusus. Risiko panas dari gesekan juga kami antisipasi agar tidak melukai kulit korban,” jelasnya.
Penanganan dimulai sekitar pukul 19.50 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 20.18 WIB.
“Kurang lebih 30 menit proses evakuasi, akhirnya ring besi berhasil dilepas dalam kondisi aman dan jari korban tidak mengalami luka serius,” tambah Sutikno.
Usai proses evakuasi, ring besi tersebut diserahkan kembali kepada korban. Ayu pun mengaku kapok dan tidak akan mengulangi perbuatannya.
Petugas Damkarmat mengimbau masyarakat untuk tidak bermain-main dengan benda sempit seperti ring atau baut pada jari karena berisiko menyebabkan cedera.
“Kami mengingatkan agar masyarakat lebih berhati-hati, jangan sampai kejadian seperti ini terulang karena bisa berbahaya,” pungkasnya. (ep)

