PNM Banyuwangi Menghadirikan Program Ketahanan Pangan Peternakan Ayam Petelur (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Di Dusun Krajan, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi, kini tak lagi sekadar dimulai dengan aktivitas bertani. Di sudut desa, deretan kandang ayam petelur menjadi tanda tumbuhnya harapan sebuah ikhtiar sederhana yang perlahan menguatkan ketahanan pangan sekaligus ekonomi warga.
Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan program ketahanan pangan berupa peternakan ayam petelur. Program ini tidak hanya berfokus pada produksitelur, tetapi juga membangun ekosistem pemberdayaan yang melibatkan nasabah PNM Mekaar, keluarga mereka, hinggamasyarakat sekitar di bawah pengelolaan Unit Mekaar Songgon 2.
Desa Sumberbulu sendiri dikenal memiliki potensi ekonomi berbasis agrikultur dan peternakan yang cukup kuat. Kondisi geografis yang mendukung, ketersediaan lahan, serta budaya gotong royong masyarakat menjadi modal sosial yang mendorong pengembangan sektor peternakan, termasuk ayampetelur, sebagai salah satu sumber penghasilan tambahan warga.
Berangkat dari potensi tersebut, program ketahanan pangan ini dirancang bukan sekadar sebagai bantuan, melainkan sebagai ruang untuk bertumbuh bersama. PNM memberikan pendampingan berkelanjutan mulai dari teknis peternakan, pengelolaan pakan, hingga membuka akses pemasaran hasil produksi telur. Melalui proses ini, warga didorong untuksemakin mandiri dan berperan aktif dalam menggerakkan ekonomi di lingkungannya.
Camat Songgon, Khoiri, menyambut baik program ini. Ia menilai kehadirannya menjadi langkah nyata yang menjawab kebutuhan masyarakat secara langsung, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.

“Kerja sama antara korporasi seperti PNM dengan masyarakat lokal ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Banyuwangi,” ujarnya.
Di tengah aktivitas kandang, rasa syukur juga datang dari para penerima manfaat. Tutik Handayani, salah satu nasabah PNM Mekaar Banyuwangi, mengaku merasakan perubahan nyata sejak bergabung dalam program ini.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari program ini. Kami senang bisa merawat ayam bersama. Dulu kami hanya membeli telur, sekarang kami bisa panensendiri, bahkan bisa dijual untuk tambahan penghasilan. Terima kasih PNM yang sudah membantu kami,” ungkapnya.
Pemimpin Cabang PNM Banyuwangi, Sugiyati Nurul Hadayani menyampaikan bahwa program ini berangkat darikeyakinan bahwa desa memiliki potensi besar dalam membangun ketahanan pangan di tingkat lokal.
“Kami melihat potensi ketahanan pangan di desa sangat besar. Karena itu, kami hadir melalui program peternakan ayam petelur untuk mendorong kemandirian ekonomi sekaligus pemenuhan gizi masyarakat lokal,” jelasnya.
Lebih dari sekadar program, kehadiran program ketahanan pangan ayam petelur menjadi gambaran bagaimana pemberdayaan dapat tumbuh dari hal-hal sederhana dari kandang kecil, dari telur yang dipanen setiap hari, hingga dari kebersamaan yang terus dijaga. Karena pada akhirnya, bukan hanya telur yang dihasilkan dari kandang-kandang itu melainkan juga masa depan yang mulai disusun, satu butir harapan dalam setiap hari yang terus diperjuangkan. (*Adv)

