Keributan di Pendopo Banyuwangi, Petugas Satpol PP Jadi Korban Pengeroyokan Oleh Pemuda Diduga Mabuk

IMG_3580.PNG Kepala Satpol PP Banyuwangi Koordinasi dengan Anggota (Foto: Riqi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Keributan terjadi di area Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi pada Minggu (15/03/2026) dini hari sekitar pukul 01.36 WIB. Peristiwa tersebut dipicu oleh sekelompok pemuda yang diduga dalam kondisi mabuk usai mengonsumsi minuman keras.


Insiden itu berujung pada pengeroyokan terhadap dua anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Banyuwangi yang tengah bertugas melakukan pengawasan di sekitar kawasan pendopo.


Kepala Satpol PP Banyuwangi, Yoppy Bayu Irawan, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut menyebabkan dua anggotanya mengalami luka akibat pengeroyokan.


“Di dalam pendopo terjadi pengeroyokan yang membuat cidera anggota kami. Hasil visum menunjukkan ada lebam, benjolan, karena memang dari videonya terjadi pemukulan dan penendangan,” ungkap Yoppy kepada awak media.


Dua petugas yang menjadi korban adalah AF (32) dan HR (32). AF mengalami luka cukup serius hingga harus mendapatkan penanganan di RSUD, sementara HR mengalami luka akibat tendangan.


Peristiwa tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar serta jamaah Masjid Agung Baiturrahman Banyuwangi yang berada tidak jauh dari lokasi. Sejumlah warga terlihat berkerumun di sekitar area pendopo setelah mengetahui adanya keributan.


Yoppy menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut kepada kepolisian untuk ditindaklanjuti.


“Pelaporan sudah kita jalankan, harapan kita dari pihak kepolisian tindak lanjut untuk segera menemukan pelaku, untuk kiat berikan pembinaan,” terangnya.


Berdasarkan kronologi yang disampaikan, kejadian bermula saat petugas Satpol PP menegur sekitar sepuluh pemuda yang tengah menggelar pesta minuman keras di trotoar dekat kawasan pendopo.


Namun teguran tersebut tidak diterima oleh para pemuda tersebut. Mereka kemudian mengejar petugas hingga masuk ke area pendopo, yang kemudian berujung pada aksi pengeroyokan.


“Mereka ditegur tidak terima sehingga mengejar anggota kami dan meringsek ke dalam pendopo dan terjadi pengeroyokan,” bebernya.


Situasi akhirnya dapat dikendalikan setelah anggota kepolisian yang bertugas di Pos RTH Sritanjung datang ke lokasi dan melerai keributan. Dalam peristiwa tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa dua botol minuman keras dari lokasi kejadian. (rq)