Lomba Dayung Petik Laut Muncar Meriah, Puluhan Nelayan Adu Cepat di Paludem

1okpep.jpg Lomba Dayung Petik Laut Muncar 2026 (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Semarak tradisi Petik Laut Muncar 2026 mulai terasa. Puluhan nelayan dari berbagai wilayah pesisir Kecamatan Muncar ambil bagian dalam lomba dayung yang digelar di kolam Villa Gumuk Emas, Paludem, Minggu (21/06/2026).


Sebanyak 24 peserta turun berlaga memperebutkan gelar juara dalam perlombaan yang menjadi salah satu rangkaian menuju puncak perayaan Petik Laut Muncar. Ratusan warga tampak memadati area perlombaan untuk memberikan dukungan kepada para peserta yang berlomba mengayuh perahu secepat mungkin.


Lomba yang dibuka oleh Danposal Muncar tersebut berlangsung sejak pagi hingga siang hari. Sorak-sorai penonton terus mengiringi setiap race yang mempertandingkan tiga peserta dalam satu putaran.


Ketua Panitia Lomba Dayung, Dodik Wahyudi mengatakan, kegiatan tersebut bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi sarana mempererat kebersamaan masyarakat nelayan sekaligus melestarikan budaya pesisir yang telah diwariskan turun-temurun.


"Lomba dayung ini menjadi bagian dari rangkaian Petik Laut Muncar. Selain sebagai hiburan masyarakat, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat solidaritas antar nelayan dan menjaga tradisi maritim yang sudah lama hidup di tengah masyarakat pesisir," kata Dodik.


Menurutnya, antusiasme peserta maupun masyarakat tahun ini cukup tinggi. Sejak perlombaan dimulai, arena dipadati warga yang datang untuk menyaksikan jalannya kompetisi.


"Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan tertib. Dukungan masyarakat sangat luar biasa sehingga suasana perlombaan menjadi semakin meriah," ujarnya.


Dalam perlombaan tersebut, peserta diwajibkan menuntaskan lintasan sepanjang sekitar 100 meter sebanyak dua putaran. Dua peserta tercepat dari setiap race berhak melaju ke babak selanjutnya hingga babak final.


Persaingan berlangsung sengit mengingat sebagian besar peserta merupakan nelayan yang terbiasa beraktivitas di laut. Kecepatan, kekuatan fisik, dan teknik mengayuh menjadi faktor penentu kemenangan.


Setelah melewati sejumlah babak penyisihan dan final yang ketat, Mulyadi berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi runner-up ditempati Ari Rangga, sedangkan peringkat ketiga diraih Agus Gampang dan posisi keempat ditempati Nur Cahyono.


Para pemenang mendapatkan trofi, uang pembinaan, serta beras sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih dalam perlombaan tersebut.


Dodik menjelaskan, lomba dayung menjadi agenda pembuka sebelum puncak tradisi Petik Laut Muncar yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Juli 2026 atau bertepatan dengan 15 Muharram.


"Masih ada sejumlah kegiatan lain yang akan digelar menjelang puncak Petik Laut. Kami berharap seluruh rangkaian acara dapat berjalan lancar dan semakin memperkuat kebersamaan masyarakat pesisir," katanya.


Tradisi Petik Laut sendiri merupakan salah satu budaya masyarakat nelayan Banyuwangi yang digelar sebagai ungkapan syukur atas hasil laut sekaligus doa untuk keselamatan para nelayan saat melaut.


Melalui kegiatan seperti lomba dayung, masyarakat tidak hanya menjaga warisan budaya leluhur, tetapi juga memperkuat identitas maritim yang selama ini melekat erat dengan kehidupan warga pesisir Muncar. (ep)