Menteri Perdagangan RI Budi Santoso Melepas Ekspor Koral Hidup dari Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Menteri Perdagangan (Mendag) RI Budi Santoso melepas ekspor koral hidup hasil budidaya asal Banyuwangi, Jawa Timur, ke pasar internasional. Koral tersebut telah menembus pasar Amerika Serikat (AS) dan berpeluang diperluas ke pasar Eropa.
Pelepasan ekspor dilakukan di PT Srikandi, Kalipuro, Banyuwangi, Jumat (28/08/2026). Sebelum melepas ekspor, Budi meninjau langsung proses budidaya koral. Mulai dari penanaman bibit, pemeliharaan, hingga proses pengemasan koral yang siap dikirim ke negara tujuan.
Budi juga turut menanam bibit koral ke habitat buatan. Bibit tersebut nantinya dipelihara dan dikembangkan hingga siap dipanen untuk kemudian dikemas dan dipasarkan ke luar negeri.
Salah satu pelaku usaha yang berhasil menembus pasar global yakni PT Srikandi. Koral hidup hasil budidaya perusahaan tersebut telah diekspor ke Amerika Serikat dengan nilai sekitar US$ 2.500 dalam setiap pengiriman.
Budi mengatakan pemerintah terus mendorong UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk sekaligus memperluas akses pasar ekspor. Pendampingan diberikan mulai dari pemasaran, pelatihan, hingga aspek kemasan produk.
"Kami terus mempromosikan produk-produk kita dan memberikan pendampingan, baik dari sisi pemasaran maupun pelatihan," kata Budi saat melepas ekspor koral hidup di Banyuwangi.
Menurut Budi, produk seperti koral hidup membutuhkan penanganan khusus agar kualitasnya tetap terjaga selama proses pengiriman. Karena itu, pemerintah juga mendorong pelaku usaha memperhatikan desain kemasan hingga teknik distribusi.
"Packaging juga kita bantu, kemudian bagaimana cara mendistribusikannya. Karena ini koral hidup, tentu ada perlakuan khusus," ujarnya.
Budi mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) juga mengoptimalkan jaringan perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri untuk membantu UMKM mencari pembeli.
Saat ini terdapat 46 kantor perwakilan perdagangan Indonesia yang tersebar di 33 negara. Khusus Amerika Serikat, Indonesia memiliki Atase Perdagangan di Washington D.C. serta Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di Los Angeles dan Chicago.
"Jadi kita punya 46 kantor perwakilan perdagangan di 33 negara. Mereka itu tugasnya mencari buyer, membantu UMKM kita untuk bisa masuk ke pasar-pasar di negara tersebut," jelas Budi.
Salah satu program yang dimanfaatkan yakni business matching. Melalui program tersebut, UMKM yang telah siap ekspor dapat mempresentasikan produknya secara daring kepada calon pembeli di luar negeri.
"UMKM cukup presentasi online, nanti kita yang atur. Nanti perwakilan kita yang carikan buyer," kata Budi.
Menurutnya, pelaku UMKM juga tidak perlu khawatir mengenai kendala bahasa saat melakukan presentasi dengan calon pembeli asing.
"Kalau dapat buyer asing dan ada kendala bahasa, kita sediakan penerjemah. Pelaku UMKM mau pakai bahasa Jawa atau bahasa Indonesia, bebas saja," imbuhnya.
Program business matching Kemendag menunjukkan hasil positif. Pada tahun lalu, nilai transaksi yang dihasilkan mencapai US$ 134,8 juta.
Sementara sepanjang Januari hingga Juli 2026, nilai transaksi meningkat signifikan menjadi US$ 333 juta.
"Yang menarik, sekitar 70 persen peserta business matching itu belum pernah ekspor sebelumnya," ungkap Budi.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan besarnya peluang UMKM Indonesia untuk masuk ke pasar global.
"Artinya banyak sekali UMKM kita yang sebenarnya punya produk bagus, tetapi belum pernah ekspor. Tugas pemerintah adalah membantu mereka supaya bisa menemukan buyer dan masuk ke pasar global," tuturnya.
Budi menilai pelaku usaha Banyuwangi yang telah memiliki pengalaman ekspor memiliki keuntungan karena kualitas produknya sudah teruji di pasar internasional.
"Untuk UMKM Banyuwangi yang sudah memiliki pengalaman ekspor seperti produk koral ini, prosesnya tentu lebih mudah karena kualitas produknya sudah teruji," katanya.
Budi menambahkan, pemerintah kini akan mendorong agar pasar koral hidup Banyuwangi tidak hanya bertumpu pada Amerika Serikat.
"Tugas kita sekarang adalah memperluas pengembangan pasarnya," ujarnya.
Ia menyebut pasar Eropa menjadi salah satu peluang yang dapat dikembangkan. Penguatan akses pasar tersebut akan dilakukan melalui jaringan perwakilan perdagangan Indonesia serta diplomasi perdagangan.
Ekspor ke Amerika Serikat juga dinilai strategis. Berdasarkan data Kemendag, nilai ekspor Indonesia ke AS pada tahun lalu mencapai US$ 30,9 miliar dengan surplus perdagangan sebesar US$ 18,11 miliar bagi Indonesia.
Pemerintah juga terus mendorong pemanfaatan kerja sama perdagangan untuk membuka akses pasar yang lebih luas bagi produk Indonesia.
Dengan pendampingan pemerintah, penguatan kualitas, kemasan, serta akses buyer, koral hidup Banyuwangi diharapkan mampu memperluas pasar ekspor sekaligus menjadi salah satu produk unggulan UMKM daerah di pasar global. (ep)

