Nyaris Seret Rumah Warga, Luapan Kaliranggon di Genteng Banyuwangi Picu Dapur Amblas

1eyuvyiub.jpg Sebuah Rumah di Pinggir Sungai Wilayah Desa Genteng Wetan, Kec. Genteng, Banyuwangi Ambrol (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Sebuah rumah di Dusun Resomulyo, Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng, ambrol setelah digerus arus Sungai Kaliranggon yang debit airnya sempat meluap. Peristiwa itu terjadi pada Senin (23/02/2026) sekitar pukul 12.30 WIB, usai wilayah tersebut diguyur hujan sejak pagi hingga siang hari.


Rumah yang berada persis di bantaran sungai itu mengalami kerusakan parah pada bagian dapur. Bangunan ambles dengan ketinggian sekitar 4 meter hingga membuat bagian belakang rumah porak-poranda.


Diketahui, rumah tersebut milik Rodiyah, warga Dusun Gantung, Desa Gendoh, Kecamatan Sempu. Saat ini bangunan dalam kondisi sedang direnovasi.


Bhabinkamtibmas Desa Genteng Wetan, Aiptu Jhonson Musolini, mengatakan saat kejadian ada sejumlah pekerja bangunan yang tengah melakukan renovasi.


“Saat kejadian terdapat sejumlah tukang yang tengah mengerjakan bangunan. Kemudian berlari menyelamatkan diri. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Kerugian ditaksir Rp 75 juta. Kondisi serupa nyaris menimpa rumah yang letaknya berdekatan namun tak sampai terjadi amblas, hanya retak,” ujar Jhonson usai meninjau lokasi, Kamis (26/2/2026).


Arus Sungai Kaliranggon yang meningkat akibat hujan deras diduga menggerus tebing bantaran hingga tanah di bawah bangunan terkikis dan tak mampu menahan beban struktur dapur.


Sementara itu, warga sekitar yang rumahnya berdekatan juga sempat panik. Ulfatul Khasanah (41), salah satu warga terdampak, mengaku mendengar suara gemuruh dari arah belakang rumahnya sebelum kejadian.


“Saya dengar suara gemuruh dari belakang, langsung lari dari dapur untuk menyelamatkan diri,” tuturnya.


Beruntung, dapur rumah Ulfatul tidak sampai ambles. Namun dinding bangunan mengalami retakan. Meski demikian, ia mengaku masih trauma dan memilih sementara waktu mengungsi ke musala setempat, terutama saat hendak menggunakan fasilitas MCK.


Warga berharap ada penanganan lanjutan untuk memperkuat bantaran Sungai Kaliranggon guna mencegah kejadian serupa terulang, mengingat sejumlah rumah berdiri cukup dekat dengan aliran sungai tersebut. (ep)