Petugas Damkarmat Bantu Warga yang Jarinya Membengkak Karena Cincin (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kepanikan dialami seorang remaja putri di Banyuwangi setelah cincin yang dikenakannya tidak bisa dilepas dari jari. Kondisi tersebut membuat jari korban membengkak hingga akhirnya meminta bantuan petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.
Korban diketahui bernama Meita Saputri (19), warga Dusun Krajan, Desa Genteng Wetan. Ia menghubungi petugas Damkarmat Sektor Genteng pada Sabtu (30/05/2026) sekitar pukul 18.10 WIB setelah berbagai cara yang dilakukan untuk melepas cincin tidak berhasil.
Pembengkakan yang terus terjadi membuat korban khawatir karena cincin semakin menekan jari dan menimbulkan rasa nyeri. Menindaklanjuti laporan tersebut, petugas langsung menyiapkan peralatan khusus untuk melakukan evakuasi.
Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno, mengatakan petugas bergerak cepat setelah menerima laporan karena kondisi seperti itu berisiko menghambat aliran darah jika tidak segera ditangani.
“Saat kami menerima laporan, kondisi jari korban sudah mengalami pembengkakan. Jika dibiarkan terlalu lama, cincin yang menjepit bisa mengganggu sirkulasi darah sehingga harus segera ditangani,” kata Sutikno.
Petugas kemudian melakukan evakuasi menggunakan gerinda mini dan tang snap ring. Proses dilakukan secara hati-hati untuk menghindari luka pada jari korban.
Menurut Sutikno, selama proses pemotongan petugas juga menyiramkan air secara berkala ke bagian cincin guna mencegah panas akibat gesekan gerinda.
“Kami menggunakan alat khusus untuk memotong cincin. Saat proses berlangsung, cincin terus disiram air agar suhu logam tidak terlalu panas dan aman bagi korban,” ujarnya.
Setelah cincin berhasil dipotong, petugas membuka bagian logam secara perlahan menggunakan tang hingga akhirnya terlepas dari jari korban tanpa menimbulkan luka tambahan. Proses penanganan dimulai sekitar pukul 18.25 WIB dan selesai 15 menit kemudian.
Meita mengaku cincin tersebut sudah dikenakannya cukup lama. Namun beberapa hari terakhir jarinya mengalami pembengkakan sehingga cincin yang semula pas di jari menjadi sulit dilepaskan.
Awalnya ia mencoba berbagai cara untuk melepaskan cincin secara mandiri di rumah. Mulai menggunakan sabun hingga minyak pelumas, namun seluruh upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
“Saya sudah coba dilepas sendiri berkali-kali pakai sabun dan minyak, tapi tetap tidak bisa keluar. Malah jari terasa semakin sakit dan bengkak,” ujar Meita.
Perempuan 19 tahun itu mengaku sempat panik ketika melihat kondisi jarinya terus membesar. Ia khawatir cincin yang menjepit terlalu lama dapat menimbulkan luka yang lebih serius.
“Sempat takut karena jari makin bengkak dan cincinnya tidak bisa bergerak sama sekali. Akhirnya saya memutuskan meminta bantuan Damkar,” katanya.
Setelah mendapatkan penanganan dari petugas, Meita merasa lega karena cincin berhasil dilepas tanpa menimbulkan cedera pada jarinya.
“Alhamdulillah bisa dilepas dengan aman. Terima kasih kepada petugas Damkar yang sudah membantu dengan cepat. Saya sangat terbantu,” ungkapnya.
Sutikno menambahkan, kasus evakuasi cincin merupakan salah satu layanan penyelamatan nonkebakaran yang cukup sering ditangani petugas Damkarmat. Ia mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan melepas cincin yang sudah menjepit jari karena dapat memperparah pembengkakan maupun menyebabkan luka.
“Kalau sudah sulit dilepas dan jari mulai membengkak, sebaiknya segera meminta bantuan petugas agar penanganannya aman dan tidak menimbulkan cedera,” pungkasnya. (ep)

