Pemudik di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi Protes Kedatangan Menhub, Klakson dan Teriak

1jihui.jpg Kunjungan Menteri Perhubungan, Kakorlantas Polri, dan Jajaran di Pelabuhan Ketapang (Foto: Riqi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Kedatangan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Selasa (17/03/2026) sekitar pukul 13.30 WIB, diwarnai aksi protes para pemudik. Suara klakson bersahut-sahutan hingga teriakan kekecewaan terdengar dari antrean kendaraan yang sudah berjam-jam tertahan.


Sejumlah pemudik menilai kedatangan Menhub tidak diiringi dengan respons terhadap kondisi antrean panjang yang mereka alami. Bahkan, kemarahan memuncak saat kapal yang sebelumnya disebut mengalami gangguan justru digunakan untuk mengangkut rombongan pejabat.


Salah satu pemudik, Yohanes (42), warga Jakarta, mengaku kecewa karena sudah menunggu lama untuk menyeberang ke Bali bersama keluarganya.


“Kami sudah antre berjam-jam. Tadi katanya kapal rusak, tapi ternyata bisa dipakai bawa rombongan pejabat. Kami ini bagaimana?” ujarnya dengan nada kesal.


Yohanes mengatakan dirinya bersama pemudik lain merasa diperlakukan tidak adil di tengah situasi antrean yang semakin panjang menjelang penutupan penyeberangan saat Nyepi.


“Kami juga punya kebutuhan, mau pulang kampung. Harusnya ada empati, jangan seperti ini,” tambahnya.


Keluhan serupa disampaikan Anthony R (51). Ia mengaku sudah mengantre sekitar lima jam hingga kehabisan bahan bakar, sementara keluarganya mulai kelelahan.


“Sudah lima jam lebih antre, solar mulai habis. Anak istri juga belum makan. Kami cuma ingin segera menyeberang,” kata Anthony.


Menurutnya, kondisi di lapangan semakin tidak menentu karena tidak ada kepastian kapan kendaraan bisa masuk ke kapal.


“Tidak tahu ini bisa sampai Bali atau tidak. Kondisinya seperti ini, serba tidak jelas,” ujarnya.


Diketahui, Menhub Dudy Purwagandhi tiba di Banyuwangi melalui Bandara Banyuwangi sebelum melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Ketapang untuk menyeberang ke Gilimanuk.


Menhub bersama rombongan kemudian menyeberang menggunakan KMP Prathita IV, didampingi sejumlah direksi PT ASDP Indonesia Ferry (Persero).


Di sisi lain, ratusan kendaraan yang telah mengantre selama 4 hingga 5 jam masih harus menunggu giliran untuk bisa menyeberang ke Bali di tengah kepadatan arus menjelang Hari Raya Nyepi. (ep)