Dermaga Bulusan, Pelabuhan Ketapang Banyuwangi saat Arus Mudik 2026 (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kabar melegakan datang dari ujung timur Pulau Jawa. Setelah hampir dua minggu dikepung kemacetan horor yang mengular hingga belasan kilometer, antrean kendaraan di Pelabuhan ASDP Ketapang, Banyuwangi, akhirnya resmi terurai.
Meski jalur sudah kembali normal, peristiwa kelumpuhan logistik ini menyisakan kerugian besar. Selain rugi waktu, para sopir logistik mengaku harus menanggung kerugian ratusan ribu hingga jutaan rupiah setiap harinya selama terjebak dalam antrean panjang tersebut.
Kondisi yang mulai cair ini tak lepas dari kerja keras Satlantas Polresta Banyuwangi yang dibantu ratusan personel TNI dan Dinas Perhubungan setempat. Petugas berjibaku memastikan truk-truk logistik yang semula meluber ke jalur Pantura kini bisa masuk ke kantong-kantong parkir (buffer zone) yang telah disiapkan.
Koordinator Asosiasi Sopir Logistik Indonesia, Slamet Barokah, menegaskan bahwa terurainya kemacetan saat ini hanyalah solusi jangka pendek. Ia mendesak pemerintah dan ASDP untuk segera melakukan evaluasi besar-besaran terhadap infrastruktur di Pelabuhan Ketapang maupun Gilimanuk.
"Infrastruktur yang ada di Pelabuhan ASDP Ketapang ini memang sudah saatnya ditambah lagi. Perlu ada penambahan dermaga baru, baik di Ketapang maupun di Gilimanuk, Bali. Kalau kapasitas dermaganya tidak ditambah, kejadian macet horor seperti ini akan terus berulang dan kami para sopir yang paling dirugikan," tegas Slamet Barokah, Minggu (5/4/2026).
Slamet menambahkan bahwa fasilitas penunjang di luar pelabuhan juga perlu diperhatikan agar para sopir tidak terlunta-lunta saat terjadi lonjakan kendaraan.
Senada dengan Slamet, Koordinator Gerakan Aliansi Pengemudi Bersatu, Darmawan, juga berharap adanya pembukaan kembali jalur alternatif guna memecah kepadatan. Salah satu yang paling dinanti adalah dibukanya kembali rute penyeberangan langsung dari Dermaga Bulusan, Ketapang, menuju Lembar, Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Jalur darat di Bali itu sangat padat dan melelahkan bagi kami para sopir logistik. Kami sangat berharap jalur penyeberangan Ketapang-Lembar lewat Dermaga Bulusan dibuka kembali secara reguler. Ini penting agar beban kendaraan di Bali berkurang dan pengiriman barang ke NTB jauh lebih efektif dan cepat," ungkap Darmawan.
Darmawan juga menyoroti pembengkakan biaya operasional yang harus ditanggung awak angkutan akibat antrean panjang yang mencapai belasan kilometer tersebut.
Di tengah situasi yang mulai kondusif, jajaran Satlantas Polresta Banyuwangi hari ini menggelar aksi simpatik di Dermaga Bulusan. Para petugas berkeliling membagikan nasi bungkus dan air mineral kepada para sopir truk logistik yang masih menunggu giliran masuk ke pelabuhan.
Kegiatan bagi-bagi nasi bungkus ini menjadi suntikan semangat bagi para sopir yang akan melanjutkan perjalanan panjang menuju Pulau Dewata dan NTB. Wajah-wajah sopir tampak jauh lebih lega karena mereka tidak lagi harus membuang waktu berhari-hari dan uang karena terjebak antrean parah di jalan raya.
Kini, meski antrean sudah masuk ke dalam kawasan pelabuhan dan dermaga, harapan para "Pahlawan Logistik" ini tetap sama: perbaikan infrastruktur permanen agar jalur nadi ekonomi ini tidak lagi tersumbat di masa depan. (ep)

