Pencarian Pemecah Batu Diduga Hanyut di Songgon Masih Nihil, Tim SAR Terkendala Arus Deras dan Hujan

4jibuino.jpg

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Pencarian terhadap Ponirin (55), warga Dusun Sumberbaru, Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, yang dilaporkan hanyut saat bekerja sebagai pemecah batu di aliran sungai wilayah setempat, hingga Sabtu (6/12/2025) malam masih belum membuahkan hasil. Tim SAR gabungan terus berupaya melakukan penyisiran meski cuaca buruk dan derasnya arus sungai menjadi hambatan utama.


Koordinator Pos Basarnas Banyuwangi, Wahyu Setyabudi, memastikan bahwa pencarian hari ini berakhir tanpa hasil. “Untuk pencarian nihil,” kata Wahyu salam keterangan resmi.


Ia menjelaskan, cuaca hujan yang terus mengguyur wilayah Songgon membuat debit air meningkat tajam. Kondisi itu memperlambat pergerakan tim SAR yang harus mempertimbangkan keselamatan personel.

“Kendalanya arus masih deras dan hujan,” ujarnya.


Meskipun demikian, tim tidak menyerah. Wahyu menyebut penyisiran dilakukan sejauh 3–4 kilometer dari titik Ponirin dilaporkan hanyut. Rute pencarian meliputi sepanjang aliran sungai yang memiliki kontur tebing dan jalur licin, sehingga pergerakan harus dilakukan secara hati-hati.


Sementara itu, warga sekitar terus memantau perkembangan operasi SAR. Ponirin dikenal sebagai pekerja harian yang kesehariannya memecah batu di aliran sungai tersebut. Peristiwa nahas ini terjadi saat ia diduga terjebak dan terseret arus deras ketika debit sungai meningkat akibat hujan.


Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI-Polri, relawan, dan warga setempat akan melanjutkan operasi pencarian besok pagi dengan metode penyisiran darat dan susur sungai. Wahyu berharap kondisi cuaca membaik sehingga area pencarian dapat diperluas.


Upaya pencarian Ponirin akan terus dilakukan hingga korban ditemukan sesuai prosedur operasi standar SAR. (ep)