Perkuat Pendidikan Demokrasi Pelajar, Bawaslu Banyuwangi Goes to School di MA Adz-Dzikra

1bajba.jpg Bawaslu Banyuwangi Goes to School di MA Adz-Dzikra (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Banyuwangi melaksanakan kegiatan Bawaslu Goes to School di Madrasah Aliyah (MA) Adz-Dzikra sebagai upaya penguatan pendidikan politik dan pengawasan partisipatif di kalangan pelajar.


Kegiatan ini menyasar generasi muda sebagai pemilih pemula agar memiliki pemahaman yang baik tentang demokrasi dan kepemiluan. Program ini menjadi bagian dari strategi pencegahan pelanggaran pemilu sejak dini. Antusiasme siswa terlihat dari keikutsertaan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan, Rabu (11/02/2026).


Hadir dalam kegiatan tiga Komisioner Anggota Bawaslu Banyuwangi, Untung Aprilianto, Koordinator Divisi Penanganan pelanggaran dan data Informasi, Khomisa Kurnia Indra Koordinator Divisi Pencegahan Parmas dan Humas , Lukman Afandi Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa beserta staf kesekretariatan. 


Perwakilan pihak sekolah Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bawaslu Kabupaten Banyuwangi. Menurutnya, kegiatan ini sangat relevan untuk membekali siswa dengan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kesadaran hukum sejak usia sekolah.


Bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter siswa agar menjadi warga negara yang kritis dan berintegritas. Ia berharap kerja sama dengan Bawaslu tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata. Edukasi demokrasi, menurutnya, perlu dilakukan secara berkelanjutan. Sekolah menyatakan kesiapan mendukung program-program Bawaslu ke depan.


Kata Untung Aprilianto, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran pelajar dalam menjaga kualitas demokrasi. Ia menyampaikan bahwa generasi muda merupakan agen perubahan yang memiliki posisi strategis dalam menciptakan pemilu yang jujur dan adil. Menurutnya, pengawasan pemilu bukan hanya menjadi tugas penyelenggara, tetapi juga tanggung jawab bersama.


“Pelajar hari ini adalah pemimpin dan pengambil keputusan di masa depan. Jika sejak sekarang dibekali nilai-nilai demokrasi dan integritas, maka kualitas demokrasi di masa mendatang akan semakin baik. Ia juga mengajak para siswa untuk aktif mencari dan memilah informasi kepemiluan yang benar, serta tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun praktik politik uang,"ujar Untung Kordiv. Penanganan pelanggaran data dan Informasi.


Selanjutnya, Khomisa Kurnia Indra , menegaskan, bahwa "Pendidikan Demokrasi" ini dilakukan sebagai komitmen Bawaslu dalam upaya penguatan pendidikan demokrasi dan pengawasan partisipatif di lingkungan sekolah meskipun tahun ini belum ada tahapan pemilu. (*)