Suporter Legend Laros Jenggirat, Mustain (Kanan) dan Ex Manajemen 2001-2007, Iwan Rudiyanto (Kiri) (Foto: Riqi/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Persewangi saat ini menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk suporter dan mantan pengelola tim. Dalam Forum 90 Menit Banyuwangi bertema “Persewangi Milik Siapa?” yang digelar pada Rabu (06/05/2026) malam di Kafe Galgok, sejumlah masukan hingga kritik disampaikan untuk kemajuan tim kebanggaan masyarakat Bumi Blambangan tersebut.
Hadir dalam forum tersebut salah satu suporter legendaris Laros Jenggirat, Mustain, serta eks manajemen Persewangi periode 2001–2007, Iwan Rudiyanto. Keduanya memberikan pandangan terkait kondisi Persewangi saat ini.
Dalam diskusi, Mustain menegaskan pentingnya mengembalikan identitas klub. Ia kekeh membawa semangat “Balekno Persewangi” atau kembalikan Persewangi seperti jati dirinya dahulu.
Menurutnya, identitas atau branding menjadi faktor mendasar yang mempengaruhi kecintaan suporter terhadap tim, termasuk penggunaan logo dan warna merah hitam yang telah melekat sejak lama.
Mustain juga menyoroti kondisi saat ini di mana Persewangi berdiri sendiri, sementara Askab PSSI Banyuwangi membina klub-klub lokal di bawahnya. Ia berharap ada keterkaitan yang lebih kuat antara keduanya.
“Kalau dia (Persewangi) membawa nama Banyuwangi, saya berharap 100 persen pemainnya dari klub di bawah Askab,” ujar Tain kepada awak media.
Ia menilai, pemain yang dibina oleh klub lokal memiliki kedekatan emosional yang kuat untuk membela daerahnya.
“Klub tarkam sudah mati-matian mendidik pemain, kalau tidak diambil (Persewangi), eman,” jelasnya.
Pandangan serupa juga disampaikan Iwan Rudiyanto. Ia menyebut Banyuwangi memiliki potensi besar dari sisi ketersediaan pemain.
“Stok pemain kita itu berlimpah, Banyuwangi ini gudangnya pesepakbola bagus,” ujar Iwan.
Ia berharap seluruh elemen sepak bola di Banyuwangi dapat bersinergi dalam menciptakan pemain berkualitas, salah satunya melalui kompetisi internal yang digelar Askab PSSI.
Forum tersebut sejatinya juga mengundang manajemen Persewangi saat ini, namun hingga acara berlangsung, pihak manajemen tidak kunjung hadir. (rq)

