Wejangan Legenda Sepak Bola Imam Hambali untuk Klub di Banyuwangi

1ima.jpg Pemain Sepak Bola Legendaris Banyuwangi Imam Hambali saat Hadiri Forum 90 Menit Banyuwangi (Foto: Riqi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Ada yang hilang di sepak bola Banyuwangi saat ini. Karakter dan rasa memiliki terhadap klub yang dibela disebut mulai memudar. Di sisi lain, pemain lokal dinilai perlu menjadi prioritas dalam pembentukan tim.


Wejangan itu disampaikan legenda sepak bola asal Banyuwangi, Imam Hambali, dalam forum 90 Menit Banyuwangi yang mengangkat tema “Meramu Tim Ideal Banyuwangi” di Hedon Cafe & Resto pada Sabtu (25/04/2026) malam.


“Rasa memiliki terhadap Persewangi, masyarakat bola, suporternya itu hilang semua sekarang, itu harus kita temukan,” kata Hambali.


Ia menyarankan kepada management agar memprioritaskan pemain-pemain lokal kelahiran Banyuwangi.


“Petanono sampek njelimet, mulai dari Gumitir sampek Baluran, pasti ada satu dua, jangan semua pemain dari luar kota,” cetusnya.


Kalau memang terpaksa mengambil pemain dari luar daerah, lanjut Hambali, syaratnya minimal satu tingkat di atas pemain lokal.


“Kalau kualitasnya sama dengan pemain lokal, ada apa ngambil pemain luar?” Tanyanya.


Menurutnya, karakter dari pemain lokal unggul dalam militansi membela nama daerah dan tanah kelahirannya tinggi sehingga semakin optimis bila bertanding. Ia mencontohkan saat Arema Malang awal berjaya, seluruh pemain memiliki karakter militansi yang kuat.


Perlu diketahui, Imam Hambali dikenal sebagai kapten Arema Malang pada era Galatama awal 1990-an. Ia turut membawa tim tersebut menjuarai Galatama XII dan menjadi salah satu tokoh sepak bola Banyuwangi, serta pernah dikaitkan dengan sejarah Persewangi.


Forum 90 Menit Banyuwangi edisi kedua ini juga menghadirkan narasumber lain, di antaranya Bagong Iswahyudi, Hariyono, serta Mantan Pemain Persewangi Rachmat Latief. Diskusi dipandu oleh wartawan olahraga Sandi dan dihadiri suporter, pecinta sepak bola, perwakilan klub, serta masyarakat umum. (rq)