Petani di Singojuruh Pasang Rumah Burung Hantu untuk Lawan Hama Tikus (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Petani di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi mulai menerapkan cara alami untuk mengatasi serangan hama tikus yang kerap merusak tanaman padi. Bersama petugas pertanian dan pemerintah kecamatan, mereka memasang puluhan rumah burung hantu di area persawahan sebagai upaya pengendalian hama ramah lingkungan.
Sedikitnya 60 rumah burung hantu atau rubuha dipasang di sejumlah titik lahan pertanian yang selama ini rawan diserang tikus. Pemasangan dilakukan secara bertahap dengan melibatkan kelompok tani di beberapa desa di wilayah Singojuruh, Jumat (29/05/2026).
Langkah tersebut dipilih karena dinilai lebih aman dan efektif dibanding penggunaan racun tikus yang dapat berdampak pada lingkungan sekitar. Burung hantu jenis Tyto alba diketahui merupakan predator alami tikus sawah dan mampu memangsa beberapa ekor tikus dalam satu malam.
Petugas pertanian setempat menjelaskan, rumah burung hantu sengaja dipasang di titik strategis dengan tiang tinggi agar mudah ditempati dan berkembang biak. Selain itu, petani juga diminta menjaga habitat sekitar agar populasi burung hantu tetap terjaga.
Camat Singojuruh Iwan Yos Sugiarto mengatakan, penggunaan burung hantu sebagai pengendali alami hama merupakan langkah positif yang perlu terus dikembangkan di wilayah pertanian Banyuwangi.
“Pengendalian hama tikus dengan memanfaatkan burung hantu ini merupakan langkah yang efektif sekaligus ramah lingkungan. Kami mendukung penuh upaya para petani karena selain mampu menekan serangan tikus, cara ini juga menjaga keseimbangan ekosistem pertanian,” ujar Iwan.
Ia menambahkan, program tersebut menjadi solusi jangka panjang untuk membantu petani mengurangi risiko gagal panen akibat serangan tikus yang sering meningkat saat musim tanam padi.
“Kalau ekosistemnya terjaga, petani juga akan lebih diuntungkan karena tidak bergantung pada penggunaan racun kimia. Kami berharap program ini terus berkembang dan bisa diterapkan di wilayah pertanian lainnya,” tambahnya.
Sejumlah petani mengaku metode alami tersebut mulai menunjukkan hasil positif. Serangan tikus di beberapa area persawahan disebut mulai berkurang dibanding musim tanam sebelumnya yang sempat menyebabkan kerusakan cukup parah pada tanaman padi.
Selain menjaga produktivitas pertanian, keberadaan rumah burung hantu juga diharapkan menjadi edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dalam sistem pertanian modern. (ep)

