PKBM Sanggar Pawiyatan dan BPVP Banyuwangi Gelar Pelatihan Keterampilan Kopi dan Membuat Kue (Foto: Miftah/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Sanggar Pawiyatan bekerja sama dengan Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Banyuwangi menggelar pelatihan keterampilan bagi para alumni.
Pelatihan yang berlangsung selama delapan hari, mulai 3 hingga 10 Agustus 2026, tersebut mencakup dua bidang keterampilan, yakni peracikan kopi dan pembuatan kue. Kegiatan dilaksanakan di Pokjar SLB Lentera Hati dan Sekretariat PKBM Sanggar Pawiyatan.
Peserta pelatihan merupakan alumni PKBM Sanggar Pawiyatan. Mereka mendapatkan materi sekaligus praktik langsung sebagai bekal memasuki dunia kerja maupun mengembangkan usaha secara mandiri.
Kepala PKBM Sanggar Pawiyatan Alfan Mustain berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi dapat menjadi langkah awal bagi para alumni untuk mengembangkan usaha di bidang kuliner dan minuman.
"Dengan keterampilan yang diperoleh, peserta diharapkan mampu menciptakan peluang ekonomi baru dan menjadi lebih mandiri," ujar Alfan.

Pada pelatihan pembuatan kue, peserta dibimbing mulai dari mengenal bahan, proses pengolahan, teknik pembuatan hingga penyajian produk.
Pelatih pembuatan kue, Nina Rosita, mengatakan peserta tidak hanya diberikan teori, tetapi lebih banyak diarahkan untuk melakukan praktik secara langsung.
"Dalam pelatihan ini peserta kami ajarkan mulai dari mengenal bahan, proses pembuatan hingga bagaimana menghasilkan kue yang baik dan memiliki nilai jual. Harapannya keterampilan ini bisa mereka praktikkan sendiri setelah pelatihan selesai," ujar Nina.

Menurutnya, keterampilan membuat kue dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif, termasuk untuk membuka usaha dari skala rumahan.
Sementara itu, pelatihan peracikan kopi diberikan untuk mengenalkan peserta pada dasar-dasar pengolahan dan penyajian minuman kopi.
Pelatih peracikan kopi, Ahmad Afandi, menjelaskan peserta dibekali pengetahuan dasar sekaligus praktik agar memahami proses peracikan kopi secara langsung.
"Peserta tidak hanya belajar bagaimana membuat kopi, tetapi juga memahami proses dan teknik peracikannya. Kami ingin mereka memiliki keterampilan yang bisa diterapkan ketika bekerja maupun jika ingin membuka usaha sendiri," kata Ahmad.
Selama pelatihan, peserta juga diarahkan untuk memperhatikan proses penyajian agar produk yang dihasilkan memiliki kualitas dan nilai jual.
Kerja sama PKBM Sanggar Pawiyatan dengan BPVP Kemenaker Banyuwangi tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi alumni pendidikan nonformal melalui pelatihan berbasis keterampilan. (rq)

