STIKOM PGRI BAnyuwangi Laksanakan Pelepasan Mahasiswa KKN dan PKL-1 (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – STIKOM PGRI Banyuwangi mendorong mahasiswa untuk terjun langsung memberikan kontribusi kepada masyarakat. Sebanyak 15 tim mahasiswa KKN dan Praktik Kerja Lapangan (PKL-1) resmi dilepas untuk mendampingi 65 pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang tergabung dalam Asosiasi Usaha Makanan dan Minuman (UMAMI) Banyuwangi.
Pelepasan mahasiswa tersebut berlangsung pada Senin (03/08/2026) dengan mengusung tema "Kolaborasi STIKOM PGRI Banyuwangi dalam Mewujudkan UMKM Naik Kelas melalui Transformasi Digital".
Program ini menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan, tetapi juga berhadapan langsung dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi pelaku UMKM.
Ketua STIKOM PGRI Banyuwangi, Rachman Yulianto, mengatakan sebanyak 65 UMKM anggota UMAMI menjadi mitra utama dalam program pendampingan digitalisasi usaha tersebut.
“Para pelaku UMKM ini akan didampingi oleh 15 tim mahasiswa KKN dan PKL yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan di bidang teknologi informasi,” ujar Rachman
Ketua Panitia KKN PKL 2026, Djuniharto, menjelaskan setiap tim mahasiswa akan memiliki tanggung jawab untuk membantu UMKM mitra dalam sejumlah aspek digitalisasi.
Pendampingan tersebut mencakup pembuatan katalog produk digital agar produk UMKM dapat ditampilkan secara lebih menarik dan profesional. Mahasiswa juga membantu penyusunan laporan penjualan untuk membuat pencatatan dan pengelolaan data usaha menjadi lebih tertata.

Selain itu, mahasiswa akan mendampingi pembuatan website usaha sebagai sarana membangun kehadiran digital UMKM. Aspek content creation juga menjadi bagian dari program, terutama dalam memproduksi konten promosi untuk media sosial guna meningkatkan visibilitas dan daya saing usaha.
Rachman mengatakan program tersebut merupakan langkah konkret kampus dalam membangun kolaborasi dengan pelaku UMKM lokal sekaligus memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa.
“Kampus berkomitmen untuk terus hadir sebagai mitra strategis pelaku usaha kecil dan menengah dalam menghadapi tantangan transformasi digital, sekaligus mencetak lulusan yang siap kerja dan berdaya saing melalui pengalaman langsung di lapangan,” tutur Rachman.
Sementara itu, Penanggung Jawab Sistem Informasi Katalog UMKM Digital Hub, Arif Hadi Sumitro, menambahkan bahwa pendampingan tidak berhenti pada pembuatan produk digital bagi para pelaku usaha.
Menurutnya, mahasiswa juga akan mendorong terjadinya transfer pengetahuan agar pelaku UMKM dapat mengelola bisnis secara lebih terukur dan memanfaatkan strategi pemasaran digital secara berkelanjutan.
“tetapi juga mendapatkan transfer pengetahuan mengenai pengelolaan usaha berbasis data serta strategi pemasaran digital yang berkelanjutan,” imbuh Arif.
Melalui kolaborasi tersebut, STIKOM PGRI Banyuwangi berharap para pelaku UMKM anggota UMAMI dapat semakin adaptif menghadapi perkembangan ekonomi digital. Di sisi lain, mahasiswa mendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan kompetensi teknologi informasi untuk menyelesaikan persoalan nyata di tengah masyarakat.
Program KKN dan PKL-1 tersebut akan berlangsung sesuai periode yang telah ditentukan, dengan pendampingan serta evaluasi berkala dari pihak kampus untuk memastikan hasil kerja mahasiswa dapat memberikan manfaat optimal bagi UMKM mitra. (*)

