Pria 63 Tahun Dievakuasi Damkar Usai Pusing di Atap Masjid Banyuwangi

1yfu.jpg Petugas Damkarmat dan Warga saat Mengevakuasi Orang dari Atap Masjid (Foto: Damkarmat Banyuwangi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Seorang pria lanjut usia dievakuasi petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi setelah mengalami pusing saat bekerja di atas atap Masjid At-Taqwa Porong, Kelurahan Boyolangu, Kecamatan Giri, Sabtu (27/6/2026).


Korban diketahui bernama Asnawi (63), warga Lingkungan Porong, Boyolangu. Saat kejadian, korban bersama sejumlah warga sedang melakukan perbaikan bangunan di atap masjid.


Sekitar pukul 15.30 WIB, korban mengeluhkan pusing hingga tidak mampu melanjutkan pekerjaannya. Warga sempat berupaya menurunkan korban secara mandiri, namun mengurungkan niat karena khawatir membahayakan keselamatan.


Anak korban kemudian menghubungi Call Center Damkarmat Banyuwangi. Laporan diterima pukul 16.22 WIB dan Regu Brama 1 langsung diberangkatkan menuju lokasi.


Petugas tiba sekitar 16 menit kemudian dan melakukan evakuasi menggunakan basket stretcher, tali karmantel, body harness, serta tangga. Korban diturunkan secara perlahan dari atap masjid dengan bantuan warga untuk menjaga keselamatan selama proses evakuasi.


Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dipindahkan ke ambulans dan dilarikan ke RSUD Blambangan guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.


Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, proses evakuasi dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan karena posisi korban berada di ketinggian.


"Petugas menggunakan peralatan vertical rescue agar proses penurunan korban berlangsung aman. Keselamatan korban maupun petugas menjadi prioritas utama dalam setiap operasi penyelamatan," kata Edy.


Edy mengimbau masyarakat agar tidak memaksakan diri bekerja di ketinggian apabila kondisi fisik tidak memungkinkan.


"Jika mengalami keluhan kesehatan saat bekerja di tempat tinggi, segera hentikan aktivitas dan minta bantuan. Jangan memaksakan turun sendiri karena berisiko membahayakan diri maupun orang lain yang membantu," pungkasnya. (ep)