Pria Asal Singojuruh Ditemukan Meninggal Diduga Gantung Diri di Gudang Warga Rogojampi

1oiuuoj.jpg Tangkapan Layar Video Amatir Warga yang Menemukan Korban Meninggal (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Informasi berikut ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Bila Anda merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.


Warga Dusun Pengantigan, Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi digegerkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dalam kondisi tergantung di sebuah gudang milik warga, Senin (08/06/2026) malam.


Korban diketahui berinisial RHR (42), warga Kecamatan Singojuruh. Jasad korban pertama kali ditemukan setelah warga melakukan pencarian karena yang bersangkutan tidak kunjung kembali usai berpamitan untuk buang air besar.


Kapolsek Rogojampi Kompol Imron melalui Kanit Reskrim Iptu Ocky Heru Prasetyo mengatakan, peristiwa itu bermula saat korban datang ke lokasi dan meminta izin kepada seorang warga berinisial SP untuk buang air besar di area parit sekitar lokasi.


Namun, setelah sekitar satu jam berlalu, korban tak kunjung kembali sehingga saksi merasa curiga.


“Karena korban tidak kembali dalam waktu cukup lama, saksi kemudian mengajak Ketua RT setempat untuk melakukan pencarian di sekitar lokasi,” ujar Ocky, Selasa (9/6/2026).


Saat pencarian dilakukan, korban ditemukan dalam kondisi tergantung di sebuah gudang milik SP. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian yang langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).


Petugas bersama tim medis selanjutnya melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah korban. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang mengarah pada tindak pidana.


“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan kondisi alur jerat yang ditemukan, korban diduga kuat meninggal dunia akibat gantung diri. Tidak ditemukan indikasi adanya intervensi atau keterlibatan pihak lain dalam peristiwa tersebut,” jelas Ocky.


Meski demikian, polisi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif yang melatarbelakangi tindakan korban.


"Saat ini kami masih mengumpulkan keterangan dari keluarga maupun saksi-saksi untuk melengkapi penyelidikan terkait latar belakang kejadian tersebut," tambahnya.


Pihak keluarga korban menerima peristiwa tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah.


"Keluarga sudah menerima kejadian ini dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan," pungkasnya. (ep)