Petugas Damkar saat Memadamkan Api di Rumah Warga Desa Sidodadi, Kec. Wongsorejo, Banyuwangi (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kebakaran melanda sebuah rumah milik warga di Dusun Curah Sawo, Desa Sidodadi, Kecamatan Wongsorejo, Banyuwangi, Rabu (03/06/2026) malam. Api menghanguskan bangunan dapur serta dua kamar bagian belakang rumah dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp 65 juta.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.20 WIB. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi menerima laporan pada pukul 19.28 WIB dan langsung mengerahkan tiga unit armada pemadam ke lokasi kejadian.
Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk mencegah api semakin meluas ke bangunan lain di sekitar permukiman warga.
"Petugas segera kami kerahkan begitu laporan masuk. Prioritas utama adalah melakukan pemadaman secepat mungkin agar api tidak menjalar ke rumah-rumah lain yang berada di sekitar lokasi kejadian," kata Edy, Kamis (4/6/2026).
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 20.05 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman dari beberapa sisi bangunan. Tiga unit mobil pemadam diterjunkan untuk menjinakkan kobaran api yang telah membakar bagian dapur dan dua kamar belakang rumah.
Menurut hasil asesmen di lapangan, kebakaran pertama kali diketahui setelah seorang tetangga melihat kobaran api di bagian belakang rumah milik Ahmad Rofi'i (68). Saat itu penghuni rumah tidak menyadari adanya api yang mulai membesar dari area dapur.
Keterangan saksi menyebutkan, sebelumnya Rahmiyati (60), istri pemilik rumah, sempat beraktivitas seperti biasa di rumah. Setelah beristirahat di ruang tengah, seorang tetangga datang berlari dan memberitahukan bahwa bagian belakang rumah telah terbakar.
Berdasarkan hasil investigasi awal Damkarmat Banyuwangi, sumber api diduga berasal dari puntung rokok yang masih menyala di area luar dapur dekat kamar mandi. Bara api kemudian tertiup angin dan mengenai dinding anyaman bambu yang mudah terbakar.
"Dugaan sementara api berasal dari puntung rokok yang belum benar-benar padam. Bara api mengenai material anyaman bambu dan dengan cepat membesar karena kondisi bangunan cukup mudah terbakar," ujar Edy.
Api semakin membesar setelah merambat ke area dapur dan mengenai tabung LPG. Letupan dari tabung gas tersebut membuat kobaran api semakin cepat menyebar ke bagian bangunan lainnya.
Petugas akhirnya berhasil mengendalikan api sekitar pukul 20.22 WIB. Selanjutnya dilakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran ulang.
Akibat kejadian tersebut, sejumlah barang berharga ikut hangus terbakar. Di antaranya kompor gas, lemari, blender, *magic com*, meja, dua kasur beserta dipan, serta bangunan dapur dan kamar bagian belakang.
Meski kerugian material ditaksir mencapai Rp 65 juta, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Dua kepala keluarga yang menempati rumah itu juga berhasil menyelamatkan diri.
Edy mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati terhadap potensi kebakaran yang dapat dipicu oleh sumber api kecil sekalipun.
"Kebakaran seperti ini sering kali berawal dari hal yang dianggap sepele. Kami mengingatkan masyarakat untuk memastikan puntung rokok benar-benar padam sebelum dibuang dan tidak meninggalkan sumber api di dekat material yang mudah terbakar," tegasnya.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam mencegah terjadinya kebakaran, terutama di lingkungan permukiman yang masih banyak menggunakan material bangunan berbahan kayu dan anyaman bambu.
"Pencegahan adalah langkah paling efektif. Selain memperhatikan sumber api, masyarakat juga perlu rutin memeriksa instalasi listrik dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan masing-masing," pungkasnya. (ep)

