Herdan saat Mempresentasikan Inovasi Alat Panen Kelapa Sawit Berbasis Self-Charging System (Foto: Herdan/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, SAN DIEGO – Prestasi membanggakan ditorehkan putra daerah Banyuwangi di tingkat internasional. Herdan Wahyu Mairendra Pangestu, mahasiswa asal Banyuwangi yang tergabung dalam Tim PE-NOVTRA dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), berhasil menjadi Global Finalist dalam ajang Fowler Global Social Innovation Challenge (FGSIC) 2026 di San Diego, Amerika Serikat.
Kompetisi tersebut mempertemukan mahasiswa dari berbagai universitas dunia, seperti Georgetown University, University of London, Michigan State University, California State Polytechnic University, Colgate University, hingga San Diego State University.
Dalam ajang itu, Herdan dan tim membawa inovasi alat panen kelapa sawit berbasis self-charging system. Teknologi tersebut dirancang untuk membantu aktivitas petani sawit dengan memanfaatkan energi terbarukan.
Alat tersebut menggunakan module charger system yang mampu mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik. Selain itu, perangkat juga dirancang agar setiap ayunan, getaran, dan gerakan saat proses panen dapat dikonversi menjadi sumber daya listrik untuk mengisi ulang perangkat secara otomatis.
Herdan mengatakan inovasi tersebut lahir dari kebutuhan di lapangan yang sering dihadapi para petani sawit.
“Kami ingin menghadirkan teknologi yang benar-benar dekat dengan kebutuhan petani. Inovasi ini berangkat dari masalah yang ada di lapangan, lalu kami coba hadirkan solusi yang praktis dan bisa membantu pekerjaan mereka,” ujar Herdan.

Ia mengaku bersyukur dapat membawa nama Indonesia, khususnya Banyuwangi, dalam kompetisi tingkat global tersebut.
“Tentunya bangga bisa membawa nama Banyuwangi dan Indonesia di ajang internasional. Ini menjadi pengalaman berharga karena kami bisa bertemu dan bersaing dengan banyak inovator dari berbagai negara,” katanya.
Keberhasilan Tim PE-NOVTRA menembus babak final global juga mendapat dukungan dari program Pertamuda Seed & Scale milik PT Pertamina (Persero). Program tersebut memfasilitasi kebutuhan tim selama mengikuti kompetisi di Amerika Serikat.
Pertamuda Seed & Scale dikenal sebagai program pengembangan inovasi bisnis mahasiswa yang telah berjalan selama lima tahun terakhir dengan melibatkan ribuan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Sementara itu, Fowler Global Social Innovation Challenge (FGSIC) merupakan kompetisi inovasi sosial tingkat dunia yang rutin digelar sejak 2011. Kompetisi ini menjadi wadah bagi inovator muda dari berbagai negara untuk mempresentasikan solusi atas persoalan sosial di hadapan juri, mentor, dan investor internasional.
Keberhasilan Herdan dan tim menjadi salah satu bukti bahwa inovasi dari mahasiswa Indonesia mampu bersaing di tingkat global melalui pengembangan teknologi yang aplikatif dan berbasis kebutuhan masyarakat. (rq)

