Petugas Terkait Bersama Warga Mengevakuasi Korban dari Muara Sungai (Foto: Polsek Kabat/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Seorang laki-laki lanjut usia ditemukan meninggal dunia di muara pinggir Pantai Kedung Derus, Dusun Krajan, Desa Pondoknongko, Kecamatan Kabat, Kabupaten Banyuwangi, Minggu (08/03/2026) sekitar pukul 13.54 WIB.
Korban diketahui berinisial S (70), seorang petani/pekebun asal Dusun Secawan, Desa Dadapan, Kecamatan Kabat.
Kapolsek Kabat AKP Badrodin Hidayat menjelaskan, penemuan jenazah bermula saat dua warga yang sedang memancing di sekitar lokasi melihat sesuatu yang mencurigakan mengapung di muara pantai.
“Awalnya pada hari Minggu tanggal 8 Maret 2026 sekitar pukul 13.54 WIB, saksi yang sedang memancing melihat diduga sesosok mayat yang terapung di muara Pantai Kedung Derus. Setelah dipastikan, para saksi kemudian melaporkan kejadian tersebut melalui layanan polisi 110,” ujar AKP Badrodin Hidayat.
Setelah menerima laporan, petugas Polsek Kabat bersama Piket Reskrim Polresta Banyuwangi, Tim Inafis Satreskrim Polresta Banyuwangi, serta perangkat Desa Pondoknongko mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan penanganan dan mengamankan tempat kejadian perkara.
Tim medis dari Puskesmas Kabat kemudian melakukan evakuasi terhadap jenazah. Warga yang berada di lokasi sempat mengenali korban sebagai Suhaimi, warga Desa Dadapan.
Jenazah selanjutnya dibawa menggunakan ambulans ke rumah duka untuk dilakukan pemeriksaan luar oleh tim medis Puskesmas Kabat.
AKP Badrodin Hidayat menyampaikan, dari hasil pemeriksaan awal ditemukan luka pada bagian kepala korban.
“Dari hasil pemeriksaan luar oleh tim medis ditemukan satu luka lecet pada pelipis kanan dan dua luka lecet pada pelipis mata kiri. Tidak ditemukan adanya luka lain pada tubuh korban,” jelasnya.
Lebih lanjut, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi dan kondisi medan, luka pada korban diduga terjadi akibat benturan dengan batu atau karang di sekitar muara.
“Hasil pemeriksaan fisik tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau tindak kejahatan. Luka pada korban diduga karena terperosok dan membentur batu di lokasi kejadian,” ujarnya.
Untuk memastikan penyebab kematian secara pasti, polisi sebenarnya menyarankan dilakukan autopsi. Namun pihak keluarga menolak tindakan tersebut.
“Keluarga korban telah menerima dan mengikhlaskan atas kematian korban serta membuat surat pernyataan penolakan untuk dilakukan autopsi,” pungkasnya. (rq)

