
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Isak tangis haru bercampur kebanggaan mengiringi keberangkatan puluhan Pekerja Migran Indonesia (PMI) dari Bandara Banyuwangi pada Senin (01/04/2025).
Para PMI yang sebagian besar berasal dari Banyuwangi ini siap meniti masa depan di Jepang melalui penempatan oleh Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT Hibiki Cendekia Mandala (HCM).
Keberangkatan ini menjadi momen bersejarah karena untuk pertama kalinya PT HCM memberangkatkan PMI dari Bandara Banyuwangi menuju Jepang, meski dengan transit terlebih dahulu di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.
"Hari ini ada sekitar 21 orang untuk menuju ke Jepang, kebetulan ini pertama kali kai berangkatkan dari Banyuwangi, ini hari yang sangat bersejarah bagi kami," kata I Gede Arya Mandala Putra selaku Owner PT Hibiki Cendekia Mandala.
Sebagian besar dari para PMI ini telah menempuh pelatihan intensif selama 4 hingga 6 bulan di Hibiki Cendekia Mandala, yang beralamat di Lemahbangdewo, Rogojampi, Banyuwangi. Mereka akan ditempatkan di berbagai sektor industri di Prefektur Hokkaido, Jepang.
Mereka telah belajar bahasa, budaya kerja, hingga persiapan mental dan fisik agar siap bekerja di Jepang. Tidak seperti dulu, kini warga Banyuwangi bisa lebih mudah bekerja ke Jepang.
"Bagi masyarakat Banyuwangi untuk berangkat ke Jepang tidak sesulit pada zaman dahulu, Kedepannya saya berharap orang Banyuwangi percaya ke Jepang melalui Hibiki sehingga dapat sukses di masa depan," ucap Arya.
Sebanyak 60 persen dari mereka merupakan warga asli Banyuwangi, sedangkan sisanya berasal dari luar daerah. Nanda Damayanti (21), salah satu PMI yang baru pertama kali akan bekerja di Jepang, mengaku telah mempersiapkan diri sebaik mungkin.
"Persiapannya itu bahasa Jepang wajib ya, mental dan fisik, disiplin, dan ilmu dari Hibiki yang telah diberikan," ucap Nanda.
Sementara itu, Devita Putri (20), yang sebelumnya sudah pernah bekerja di Jepang dan kini kembali berangkat, membagikan pengalamannya.
"Benar-benar menyenangkan, karena di tempat saya sendiri pindah-pindah ada yang di ladang ada yang di pabrik jadi tidak membosankan," ujar Devita.
Di Bandara Banyuwangi, suasana penuh emosi terlihat ketika keluarga mengantarkan para PMI. Salah satunya Mulyanti, ibu dari Nanda, yang tak bisa menahan air matanya saat melihat putrinya bersiap terbang menuju negeri sakura.
"Bahagia juga sedih, pesannya untuk anak ya hati-hati di sana, semoga sukses," kata Mulyanti.
Keberangkatan ini menjadi awal baru bagi para PMI yang ingin meraih mimpi dan meningkatkan kesejahteraan keluarga mereka. Banyuwangi kini semakin terbuka sebagai gerbang bagi para pekerja migran menuju Jepang melalui PT Hibiki Cendekia Mandala. (rq)