Terpilih Pimpin IPSI Banyuwangi, Gus Syifa Prioritaskan Penjaringan Atlet

1syg.jpg Ahmad Syifa Nailul Wafar (Gus Syifa) Terpilih Pimpin IPSI Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Musyawarah Kabupaten (Muskab) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Banyuwangi yang digelar di Gedung DPRD Banyuwangi, Senin (01/06/2026), resmi menetapkan Ahmad Syifa Nailul Wafar atau yang akrab disapa Gus Syifa sebagai Ketua IPSI Banyuwangi periode 2026–2031.


Pemilihan yang diikuti 24 perguruan pencak silat pemilik hak suara tersebut berlangsung demokratis dan penuh suasana kekeluargaan. Dalam proses pemungutan suara, Gus Syifa berhasil meraih 14 suara dan unggul atas kandidat lainnya, Suwito, yang memperoleh 10 suara.


Terpilihnya Gus Syifa menandai dimulainya kepemimpinan baru IPSI Banyuwangi setelah sebelumnya organisasi tersebut dipimpin oleh I Made Cahyana Negara selama dua periode.


Sejak awal pelaksanaan Muskab, para peserta terlihat antusias mengikuti jalannya persidangan. Forum tertinggi organisasi di tingkat kabupaten itu tidak hanya menjadi ajang pemilihan ketua, tetapi juga wadah untuk merumuskan arah pembinaan pencak silat Banyuwangi dalam lima tahun ke depan.


Usai ditetapkan sebagai ketua terpilih, Gus Syifa menegaskan bahwa langkah pertama yang akan dilakukan adalah membangun komunikasi yang kuat dengan seluruh perguruan pencak silat di bawah naungan IPSI Banyuwangi. Menurutnya, kekompakan organisasi menjadi modal utama dalam menjalankan berbagai program pembinaan.


"Yang paling penting saat ini adalah memperkuat komunikasi dan kebersamaan antarperguruan. Kalau seluruh elemen bisa berjalan bersama, maka program-program IPSI akan lebih mudah diwujudkan," ujarnya.


Selain memperkuat konsolidasi organisasi, Gus Syifa juga menaruh perhatian besar pada upaya penjaringan atlet-atlet potensial dari berbagai perguruan. Program tersebut akan menjadi salah satu fokus utama kepengurusannya dalam rangka memperkuat regenerasi atlet pencak silat Banyuwangi.


"Banyuwangi memiliki banyak pesilat muda berbakat. Tugas kami adalah menemukan mereka lebih awal, membina secara berkelanjutan, dan mempersiapkan mereka agar mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional," kata pria yang juga menjabat Ketua PC Pagar Nusa Banyuwangi tersebut.


Menurutnya, potensi pencak silat Banyuwangi sangat besar mengingat banyaknya perguruan yang aktif melakukan pembinaan hingga tingkat desa dan kecamatan. Potensi tersebut perlu disatukan melalui sistem pembinaan yang terarah agar mampu menghasilkan prestasi yang lebih maksimal.


Tak hanya fokus pada pembinaan atlet, Gus Syifa juga berkomitmen menjadikan IPSI sebagai rumah bersama bagi seluruh perguruan pencak silat tanpa membedakan latar belakang organisasi. Karena itu, penyusunan kepengurusan ke depan akan dilakukan secara terbuka dengan melibatkan berbagai unsur perguruan yang ada di Banyuwangi.


"Kami ingin IPSI menjadi wadah yang mampu merangkul semua perguruan. Semakin banyak yang terlibat, semakin kuat organisasi ini dalam menjaga persaudaraan sekaligus mencetak prestasi," tegasnya.


Dengan berakhirnya Muskab IPSI Banyuwangi, harapan baru kini mengiringi kepengurusan yang akan datang. Di bawah kepemimpinan Gus Syifa, IPSI Banyuwangi diharapkan mampu memperkuat persatuan antarpaguron, meningkatkan kualitas pembinaan atlet, serta melahirkan pesilat-pesilat berprestasi yang dapat mengharumkan nama Banyuwangi di berbagai ajang kompetisi. (*)