Warga Genteng Banyuwangi Diduga Diteror, Rumah Dilempari Batu hingga Saklar Listrik Dimatikan

1uyvyubgiu.jpg Polisi Mendatangi TKP (Foto: Polsek Genteng/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Seorang warga Dusun Sumber Wadung, Desa Kaligondo, Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mengaku mengalami aksi dugaan teror oleh orang tak dikenal selama dua hari berturut-turut. Teror tersebut berupa pemadaman saklar listrik dari luar rumah hingga pelemparan batu ke arah jendela kamar anak.


Peristiwa itu dialami Siti Aisah, warga RT 35 RW 12 Dusun Sumber Wadung. Ia mengungkapkan, kejadian pertama terjadi pada Kamis malam (11/12/2025), saat saklar lampu rumahnya tiba-tiba dimatikan dari luar. Aksi mencurigakan kembali terulang pada Jumat malam (12/12/2025) sekitar pukul 02.30 WIB, ketika jendela kamar anaknya dilempari batu.


“Jumat malam itu ada yang lempar batu ke jendela kamar anak saya. Batunya sampai masuk ke dalam kamar, padahal anak saya sedang tidur,” ujar Siti Aisah saat dikonfirmasi, Sabtu (13/12/2025).


Ia menuturkan, di bawah jendela kamar anaknya juga ditemukan sebuah kursi yang tidak diketahui siapa yang meletakkannya. Keberadaan kursi tersebut semakin menambah kecurigaan, karena benda yang sama juga terlihat pada malam sebelumnya.


“Di bawah jendela itu ada kursi, saya tidak tahu buat apa. Kamis malam juga sudah ada kursi di tempat yang sama,” jelasnya.


Saat kejadian pelemparan batu, Siti Aisah mengaku sempat mendengar suara benturan seperti benda jatuh. Namun, ia mengira suara tersebut berasal dari hewan, sehingga tidak langsung mengecek ke kamar anaknya.


“Saya kira cuma suara kucing. Baru sekitar setengah empat pagi, pas mau ke kamar mandi di kamar anak saya, saya tahu kalau kacanya sudah pecah,” katanya.


Akibat kejadian tersebut, kaca jendela kamar anaknya pecah dan serpihan kaca sempat mengenai anak pertamanya yang sedang tidur. Beruntung, tidak ada korban luka serius dalam peristiwa itu.


“Alhamdulillah anak saya tidak apa-apa, cuma kena serpihan kaca dan tidak sampai luka,” tuturnya.


Merasa resah dan khawatir, Siti Aisah kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Genteng pada Sabtu pagi. Di hadapan petugas, ia dimintai keterangan dan mendapatkan arahan terkait langkah-langkah pengamanan yang perlu dilakukan.


“Tadi pagi saya langsung ke Polsek Genteng. Sudah ditanya-tanya dan diberi pengarahan harus bagaimana ke depannya,” ungkapnya.


Ia mengaku masih merasa was-was, lantaran takut pelaku kembali mendatangi rumahnya. Meski demikian, pihak keluarga memilih tidak mengungsi karena rumah orang tuanya berada tepat di sebelah.


“Takut kalau datang lagi, tapi untuk mengungsi tidak, karena rumah bapak di sebelah. Alhamdulillah anak-anak juga baik-baik semua,” katanya.


Selain melapor ke polisi, kejadian tersebut juga telah diketahui oleh pemangku wilayah setempat yang datang ke rumah korban. Warga diminta untuk segera melapor apabila terjadi hal mencurigakan di lingkungan sekitar. (ep)