
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Wisata alam yang ada di lereng Gunung Raung tak sebegitu terdampak akibat erupsi yang terjadi pada Selasa (24/12/2024). Sejumlah pengelola wisata mengaku erupsi tak berpengaruh terhadap minat wisatawan untuk berkunjung.
Salah satunya wisata Camping Telunjuk Raung yang ada di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi.
"Dampak erupsi yang terjadi Selasa kemarin tak sebegitu berpengaruh dengan arus kedatangan pengunjung hari ini," ujar penanggung jawab wisata Telunjuk Raung, Sugeng Setiawan, Kamis (25/12/2024).
Sugeng menyebut kunjungan wisatawan yang ingin mencicipi suasana sejuk pinggiran gunung itu jumlahnya terus bertambah. Tercatat sudah ada 160 pengunjung menikmati waktu libur di Telunjuk Raung.
"Sampai siang ini sudah ada 160-an wisatawan yang datang," kata dia.
Saat erupsi kemarin pun tidak terpengaruh apalagi terdampak abu vulkanik. Jangankan abu, lanjut Sugeng, suara dentuman maupun gemuruh tidak a terdengar baik wisatawan maupun pengelola sendiri.
Justru kunjungan kemarin terbanyak dalam periode kunjungan pada awal pekan ini. Tercatat sebanyak 300 wisatawan menghabiskan waktu liburan ke Telunjuk Raung, baik singgah sebentar ataupun kamping.
"Kemarin ada yang dari Jember Yogyakarta bahkan ada yang dari Jakarta juga. Alhamdulillah tidak terpengaruh dengan erupsi yang terjadi," ujarnya.
Jalur reservasi untuk tahun baru juga tidak dibatalkan oleh calon wisatawan Telunjuk Raung. Hanya saja, kata Sugeng, mereka bertanya menyoal dampak erupsi tersebut dan kondisi terkini Gunung Raung.
"Ada yang tanya kondisinya kayak apa sekarang. Tapi tidak sampai membatalkan reservasi yang sudah dilakukan jauh-jauh hari," terangnya.
Senada, wisata air mandi artesis di Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi juga tak terdampak erupsi. Arus pengunjung terpantau normal meski berita erupsi sudah tersebar seantero negeri.
"Tidak terpengaruh meski terjadi erupsi kemarin," ujar Ficky Septalinda salah satu pengelola wahana wisata.
Pun halnya dengan kondisi wisata pada hari ini. Jumlah kunjungan normal dan tak sebegitu terpengaruh akan dampak erupsi Selasa kemarin. "Untuk kunjungan hari ini normal," ujarnya.
Dampak eruspi justru dirasakan berbeda bagi pelaku usaha jasa antar atau trip menuju puncak Gunung Raung via Wonorejo-Kalibaru, Desa Kalibaru Wetan, Kecamatan Kalibaru. Ratusan jadwal pendakian terancam batal akibat dampak erupsi.
"Pendaki yang sudah booking jumlahnya ada seratusan lebih. Tapi yang sudah datang kami minta untuk tinggal di basecamp pendakian sampai pihak pos pendakian mengeluarkan surat edaran terbaru setelah erupsi Gunung Raung," kata Kepala Dusun Wonorejo, Dimas Wahyu Pramana. (ep)