Tangkapan Layar Rekaman Video Amatir Warga Mencari Anak Hilang di Area Kebun (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Tiga bocah asal Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Banyuwangi, sempat menghilang selama beberapa jam usai berpamitan mencari ikan di sungai kecil tak jauh dari rumah mereka, Senin (03/08/2026) selumbari. Ketiganya masing-masing berinisial I (8), A (10), dan E (10) akhirnya ditemukan dalam kondisi selamat setelah pencarian besar-besaran yang melibatkan warga.
Peristiwa itu bermula sekitar pukul 13.00 WIB. Ketiga bocah yang rumahnya saling berdekatan tersebut berpamitan kepada keluarga untuk bermain sekaligus mencari ikan di sungai. Namun hingga sore hari mereka tak kunjung pulang.
Keluarga yang khawatir kemudian menyusul ke lokasi. Saat dilakukan pencarian, warga hanya menemukan tiga sepeda milik anak-anak itu terparkir di tepi sungai. Sementara keberadaan ketiganya sama sekali tidak diketahui.
Salah seorang warga, Imam Muhadi, mengatakan pencarian langsung dilakukan oleh keluarga dan masyarakat sekitar.
"Kami mencari sejak pukul 13.00 WIB sampai sore. Yang ditemukan hanya sepedanya saja di pinggir sungai, sedangkan ketiga anak itu tidak diketahui keberadaannya. Akhirnya warga ikut turun melakukan pencarian," ujar Imam saat ditemui, Rabu (5/8/2026).
Pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai, area persawahan hingga kebun yang berada di sekitar lokasi. Namun hingga menjelang malam, ketiga bocah tersebut belum juga ditemukan.
Menurut Imam, memasuki malam hari sebagian warga kemudian melakukan ikhtiar sesuai kepercayaan masyarakat setempat dengan membunyikan berbagai peralatan rumah tangga dan alat pertanian.
"Saat malam hari warga mulai membunyikan wajan, panci, cangkul, dan alat-alat lainnya. Sebagian warga percaya kalau anak-anak itu sedang disembunyikan makhluk halus, sehingga dilakukan cara seperti itu sambil terus mencari," katanya.
Suasana malam itu pun berubah menjadi ramai. Suara benturan peralatan rumah tangga terdengar bersahut-sahutan di tengah pencarian yang terus dilakukan oleh puluhan warga.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Sekitar pukul 21.00 WIB, warga mendengar suara teriakan salah seorang anak dari balik rimbunan semak.
"Sekitar pukul 21.00 WIB terdengar teriakan dari semak-semak. Setelah didatangi, satu anak berhasil ditemukan," tutur Imam.
Tak lama kemudian, dua bocah lainnya juga ditemukan berada di atas pohon mahoni setinggi sekitar 10 meter yang berjarak sekitar 5 meter dari lokasi ditemukannya anak pertama.
"Tidak berselang lama, dua anak lainnya ditemukan berada di atas pohon mahoni. Warga kemudian membantu menurunkan keduanya," imbuhnya.
Ketiga bocah tersebut ditemukan dalam kondisi lemas, namun tidak mengalami luka serius. Setelah dievakuasi, mereka masih dapat diajak berkomunikasi meski sempat berbicara terbata-bata.
Imam menambahkan, peristiwa hilangnya anak secara misterius di kawasan tersebut bukan kali pertama terjadi. Ia mengaku, berdasarkan pengalaman warga, sudah ada beberapa kejadian serupa yang berakhir dengan ditemukannya korban pada malam hari.
"Kalau menurut cerita dan pengalaman warga di sini, ini sudah sekitar tiga kali terjadi anak hilang secara misterius lalu baru ditemukan saat malam hari. Bahkan salah satu anak yang tadi ditemukan, sudah tiga kali mengalami kejadian seperti ini," ujar Imam.
Imam mengatakan, pengalaman-pengalaman sebelumnya membuat warga memiliki cara tersendiri ketika melakukan pencarian. Selain menyisir sungai, kebun, dan semak-semak, warga juga membunyikan berbagai peralatan rumah tangga hingga alat pertanian.
"Kami membunyikan wajan, panci, cangkul, dan alat-alat lainnya. Itu sudah menjadi kepercayaan warga sejak dulu. Kami meyakini suara-suara tersebut bisa melepaskan anak-anak yang diduga sedang disembunyikan makhluk tak kasat mata," katanya.
Meski demikian, keyakinan tersebut merupakan kepercayaan yang berkembang di tengah masyarakat setempat dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah. Sementara proses pencarian tetap dilakukan secara menyeluruh dengan menyisir berbagai lokasi di sekitar sungai, kebun, dan pepohonan hingga akhirnya ketiga bocah berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. (ep)

