Warga Menunjukkan Lokasi Ditemukannya Anak yang Hilang (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kesaksian tiga bocah yang sempat hilang saat mencari ikan di Dusun Pekiringan, Desa Sumbersari, Kecamatan Srono, Banyuwangi, menjadi perhatian warga. Anak-anak itu mengaku mengalami pengalaman yang sulit dijelaskan setelah akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat pada Senin (03/08/2026) malam.
Salah satu bocah yang hilang merupakan putra kedua Kepala Dusun Pekiringan, Sudaryono. Ia mengaku sempat diliputi kepanikan bersama sang istri ketika putranya tak kunjung pulang hingga sore hari.
"Kami benar-benar bingung dan gelisah. Sejak siang kami bersama warga mencari ke sungai, kebun, sampai semak-semak, tetapi anak-anak tidak ditemukan," kata Sudaryono saat ditemui di rumahnya, Rabu (5/8/2026).
Menurut Sudaryono, pencarian dilakukan sejak siang hingga menjelang Magrib. Warga menyusuri lokasi yang belakangan menjadi tempat ditemukannya ketiga bocah tersebut. Namun selama berjam-jam, tidak ada suara maupun jejak yang mengarah pada keberadaan mereka.
Ia mengaku heran karena area tersebut telah berkali-kali diperiksa. Bahkan dua dari tiga bocah akhirnya ditemukan berada di atas pohon mahoni dengan ketinggian sekitar 10 meter.
"Kalau memang sejak awal ada di situ, seharusnya mereka bisa berteriak meminta tolong. Kami juga sudah menyisir lokasi itu berkali-kali, tapi tidak melihat maupun mendengar apa pun," ujarnya.
Keheranan Sudaryono semakin bertambah setelah mendengar cerita putranya seusai ditemukan. Sang anak mengaku tidak merasa tersesat ataupun ketakutan selama menghilang.
"Anak saya bilang seperti sedang bermain layang-layang terus-menerus. Dia tidak merasa waktu berjalan sampai malam dan tidak ingat ada orang yang mengajak bermain," ungkapnya.
Sementara itu, dua bocah lainnya menyampaikan pengalaman berbeda. Keduanya mengaku merasa seperti sedang berjalan-jalan di daerah pegunungan. Mereka juga tidak mengetahui bagaimana akhirnya bisa berada di atas pohon mahoni saat ditemukan warga.
"Mereka bilang seperti sedang jalan-jalan di gunung. Mereka juga tidak merasa ada yang mengangkat sampai berada di atas pohon. Bahkan mereka mengaku tidak melihat warga yang sejak sore mencari mereka di bawah," tutur Sudaryono.
Kesaksian tersebut membuat cerita mengenai peristiwa itu semakin ramai diperbincangkan warga. Sebagian masyarakat mengaitkannya dengan kepercayaan turun-temurun yang berkembang di Dusun Pekiringan, yakni dugaan bahwa orang yang hilang sementara waktu disembunyikan makhluk tak kasatmata. Namun, keyakinan tersebut merupakan kepercayaan yang hidup di tengah masyarakat dan belum dapat dibuktikan secara ilmiah.
Terlepas dari berbagai cerita yang berkembang, Sudaryono mengaku bersyukur putranya bersama dua rekannya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat tanpa mengalami luka serius.
"Yang terpenting bagi kami anak-anak bisa pulang dengan selamat. Itu yang paling kami syukuri," pungkasnya. (ep)

