API Banyuwangi Buka Suara Soal Insiden Pesawat di Perairan Muncar: Bukan Jatuh tapi Mendarat Darurat

pesawat_latih_cessna_di_muncar_banyuwangi2025.jpg Proses Evakuasi Pesawat Latih Milik API Banyuwangi yang Lakukan Pendaratan Darurat di Perairan Pantai Gumuk Kantong Muncar (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Akademi Penerbang Indonesia (API) Banyuwangi buka suara soal insiden yang menimpat pesawat latih jenis cessna di perairan Pantai Gumuk Kantong, Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi. Pihak API menegaskan pesawat itu bukan jatuh melainkan mendarat darurat.


Itu diungkapkan Direktur API Banyuwangi Kapten Daniel Dewantoro Rumani. Ia mengatakan jika pesawat diawaki taruna dan instruktur itu sebagai succesful ditching.


"Selamat pagi pak. Puji Tuhan Crew-nya selamat hanya luka lecet dan melakukan prosedur secara benar dan dikategorikan sebagai succesful ditching atau pendaratan darurat di perairan yang berhasil," ujarnya, Kamis (06/2/2025).


Daniel menambahkan bahwa pendaratan darurat dikarenakan adanya engine failure atau kegagalan mesin. Pendaratan darurat sukses dilakukan ditandai dengan kedua awak pesawat dalam keadaan selamat dan kondisi pesawat relatif utuh.


"Pendaratan darurat hanya ada 2. Pertama di darat kemudian di perairan (ditching). Pendaratan darurat karena engine failure, sukses melakukan pendaratan darurat dinilai dari kondisi crew dan penumpang selamat dan pesawat relatif utuh," ujar Daniel.



Sebelum mendarat darurat ke perairan Pantai Gumuk Kantong, Dusun Palurejo, Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, pesawat latih itu terbang rendah pada ketinggian kurang dari 3 meter.


"Berdasarkan keterangan dari saksi yang melihat, pesawat terlihat terbang melewati pesisir pantai Gumuk Kantong dari arah selatan ke Utara dengan ketinggian kurang dari tiga meter," ujar Kasat Polairud Polresta Banyuwangi, Kompol Muchammad Wahyudi.


Lanjut Wahyudi, kondisi baling-baling pesawat dengan nomor sayap PK BYK C 172 ini masih berputar namun pelan. Lalu pesawat jatuh dan terbalik di perairan setelahnya.


"Kemudian pesawat jatuh dengan kondisi terbalik ke arah depan dengan kondisi bagian roda pesawat menghadap ke atas," terangnya.


Wahyudi menambahkan, peristiwa jatuhnya pesawat itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB. Sesaat setelah terjatuh, warga melihat ada dua orang keluar dari pesawat tersebut.


"Dua kru pesawat yang keluar langsung dievakuasi warga dan nelayan setempat," kata dia.


Proses evakuasi bangkai pesawat dilakukan hingga Selasa malam. Sekitar pukul 21.00 WIB badan pesawat berhasil dipindahkan ke daratan.


Evakuasi membutuhkan waktu sekitar enam jam. Terpantau di lokasi, sayap dipisahkan dari badan pesawat untuk memudahkan proses evakuasi.


Proses pemisahan diawali dari sayap sebelah kiri kemudian dilanjutkan sebelah kanan. Pemisahan ini yang membutuhkan waktu cukup lama.


Setelah sayap berhasil dipisahkan, badan pesawat mudah dipindahkan dengan cara didorong menjauh dari lautan. Proses evakuasi turut dibantu puluhan nelayan dan warga setempat. Mesin traktor turut diperbantukan selama proses evakuasi.


Dugaan sementara jatuhnya pesawat dikarenakan matinya mesin sehingga pilot melakukan pendaratan darurat di perairan pantai. Namun pastinya masih menunggu penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).


"Dugaan sementara diakibatkan matinya mesin. Namun untuk pastinya masih menunggu penyelidikan dari KNKT," tutup Wahyudi. (ep)