Terjerat Benang Layangan, Burung Hantu Langka Diselamatkan Petugas TN Alas Purwo Banyuwangi

Untitled_design14.png Burung Hantu Langka Diselamatkan Petugas TN Alas Purwo Banyuwangi Karena Benang Layangan (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Petugas Taman Nasional Alas Purwo (TNAP), Banyuwangi, Jawa Timur, mengevakuasi seekor burung hantu jenis Kukuk Selaputo yang terjerat benang layangan. Peristiwa penyelamatan satwa dilindungi itu terjadi pada Senin (19/01/2026) lalu.


Humas TNAP Banyuwangi Achmad Maulana mengatakan, burung tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas dalam kondisi menggantung di pepohonan sekitar Kantor SPTN I. Awalnya, petugas mengira satwa yang tersangkut benang itu merupakan seekor elang.


“Setelah didekati dan diperiksa, ternyata itu burung hantu jenis Kukuk Selaputo yang terjerat benang layangan,” ujar Maulana.


Menurutnya, lokasi penemuan berada di kawasan desa pinggir hutan. Di sekitar lokasi masih banyak ditemukan sisa benang layangan yang menempel di pohon, yang biasa dilalui satwa liar saat keluar masuk hutan untuk mencari makan.


Kukuk Selaputo sendiri merupakan satwa yang dilindungi di kawasan Taman Nasional Alas Purwo. Burung hantu ini memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem, terutama sebagai predator alami hewan pengerat.


“Burung hantu berfungsi sebagai pengendali tikus di hutan. Dengan begitu, hama tidak berpindah ke kebun maupun permukiman warga,” jelas Maulana.


Ia menambahkan, manfaat burung hantu juga dirasakan langsung oleh masyarakat. Dalam satu malam, seekor burung hantu mampu memangsa dua hingga lima ekor tikus, sehingga membantu menekan potensi penyebaran penyakit yang dibawa hewan pengerat.


Melihat kondisi burung yang terjerat, petugas segera melakukan evakuasi darurat menggunakan peralatan sederhana berupa pipa paralon dan pisau. Langkah cepat dilakukan karena petugas tidak mengetahui sudah berapa lama satwa nokturnal tersebut terperangkap benang.


“Benang layangan melilit cukup kuat. Saat diturunkan, terlihat bulu burung banyak yang tercabut akibat berusaha melepaskan diri,” ungkapnya.


Setelah berhasil dievakuasi, benang yang membelit tubuh Kukuk Selaputo segera dipotong dan dilepaskan. Burung tersebut kemudian dibawa ke kantor seksi untuk penanganan lebih lanjut dan dikonsultasikan dengan dokter hewan.


“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan luka serius di sayap maupun bagian tubuh lainnya. Namun kondisinya stres dan lemah,” kata Maulana.


Petugas pun memberikan air minum dan melakukan observasi hingga kondisi burung kembali stabil. Sekitar lima jam kemudian, burung hantu tersebut dinyatakan pulih dan mampu terbang kembali.


“Setelah kondisinya membaik, burung bisa terbang normal,” pungkasnya.


Atas kejadian ini, TNAP mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat bermain layangan, terutama di sekitar kawasan hutan.


“Sisa benang layangan sangat berbahaya, bukan hanya bagi manusia, tetapi juga mengancam keselamatan satwa liar,” imbaunya. (ep)