Banjir Luapan Sungai Gonggo di Kecamatan Pesanggaran, Kabupaten Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi – Luapan Sungai Gonggo mengakibatkan dua desa di Kecamatan Pesanggaran, Banyuwangi, terendam banjir, Rabu (21/1/2026). Hujan berintensitas tinggi membuat debit air sungai meningkat hingga meluap ke permukiman warga.
Dua desa terdampak yakni Desa Sumberagung dan Desa Pesanggaran. Sedikitnya sekitar 150 unit rumah warga terendam banjir dengan ketinggian air mencapai bawah lutut orang dewasa, terutama rumah yang berada di bantaran Sungai Gonggo.
Camat Pesanggaran Andik Basuki mengatakan, selain merendam rumah warga, banjir juga sempat menggenangi akses jalan menuju kawasan wisata Pulau Merah di Desa Sumberagung sepanjang kurang lebih 500 meter.
“Di Sumberagung, banjir sempat menggenangi jalan arah Pulau Merah sekitar 500 meter. Sementara di Desa Pesanggaran, air masuk ke rumah warga yang berada di bantaran Sungai Gonggo,” ujar Andik Basuki, Kamis (22/1/2026).
Andik memastikan, kondisi banjir telah surut pada hari yang sama. Ia menyebut, saat dilakukan pengecekan pada Rabu sore sekitar pukul 17.00 WIB, air sudah tidak menggenangi permukiman warga.
“Alhamdulillah sudah surut. Airnya di bawah lutut dan tidak banyak sampah,” katanya.
Banjir tersebut juga ditinjau langsung oleh Kalaksa BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto. Saat meninjau lokasi, BPBD sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak banjir.
“Kami turun langsung ke lokasi banjir dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga yang terdampak sebagai bentuk respon cepat,” kata Danang Hartanto.
Selain bantuan darurat, BPBD Banyuwangi juga merencanakan langkah penanganan jangka menengah berupa normalisasi Sungai Gonggo. Normalisasi akan dilakukan menggunakan alat berat untuk memperlancar aliran sungai.
“Ke depan akan kami lakukan normalisasi Sungai Gonggo dengan alat berat. Untuk anggarannya akan kami usulkan melalui Biaya Tak Terduga (BTT) Pemerintah Kabupaten Banyuwangi serta Pemerintah Provinsi Jawa Timur,” jelas Danang.
Ia berharap, upaya tersebut dapat meminimalkan potensi banjir dan mencegah terulangnya luapan Sungai Gonggo saat curah hujan tinggi di wilayah Pesanggaran. (ep)

