Titik Asap di Gunung Raung Terpantau di Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Kepulan asap terlihat di sekitar kawasan Gunung Raung, Banyuwangi, Rabu (19/8/2026) pagi. Kemunculan asap tersebut terpantau dari wilayah sekitar Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.
Kemunculan asap sempat menjadi perhatian karena berada di kawasan Gunung Raung. Namun, berdasarkan pemantauan sementara, kepulan tersebut disebut bukan berasal dari aktivitas vulkanik.
Ketua Pos Pemantauan Gunung Api (PPGA) Raung, Agung Tri Subekti, mengatakan kepulan asap tersebut terlihat dari pos pemantauan sejak pagi. Pihaknya juga telah menyampaikan informasi tersebut kepada Perhutani.
"Itu video dari pos. Kurang tahu situ masuk Sempu atau Glenmore. Tadi sudah lapor ke Perhutani juga," kata Agung.
Agung mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti lokasi munculnya asap tersebut. Meski demikian, dia memastikan tidak ada erupsi Gunung Raung yang berkaitan dengan kemunculan asap tersebut.
"Yang jelas bukan dari aktivitas vulkaniknya, karena tidak ada erupsi," ujarnya.
Sementara itu, Agen Informasi Bencana BPBD Jawa Timur, Ismanto, mengatakan pihaknya juga telah melakukan pemantauan terhadap kepulan asap tersebut. Pemantauan dilakukan secara visual menggunakan teropong maupun melalui citra satelit.
Namun, hingga kini BPBD belum dapat memastikan titik pasti munculnya asap maupun luasan area yang terdampak.
"Untuk lokasi titiknya masih belum bisa dipastikan, namun memang terlihat melalui visual menggunakan teropong maupun citra satelit. Luasannya berapa kami juga belum bisa memastikan," kata Ismanto.
BPBD Jatim telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mengetahui kondisi terkini. Koordinasi dilakukan dengan Perhutani BKPH Banyuwangi Barat serta stakeholder terkait.
Informasi mengenai kepulan asap tersebut juga telah diteruskan kepada tiga wilayah kecamatan yang berada di sekitar kawasan Gunung Raung, yakni Kecamatan Sempu, Glenmore, dan Kalibaru.
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak Perhutani BKPH Banyuwangi Barat dan pihak terkait. Termasuk menyampaikan kepada tiga pemangku wilayah, dalam hal ini Camat Sempu, Glenmore dan Kalibaru," jelasnya.
Pemantauan hingga kini masih dilakukan secara berkala. Petugas bersama stakeholder terkait memantau perkembangan situasi dari wilayah Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu.
Ismanto menyebut petugas belum dapat melakukan pengecekan langsung menuju titik yang diduga menjadi sumber asap. Kondisi medan menjadi salah satu kendala karena kawasan tersebut sulit dijangkau kendaraan.
"Kami belum bisa melakukan penanganan dikarenakan medan yang sulit dijangkau baik roda dua maupun empat. Medan terjal. Sehingga hanya dilakukan pemantauan bersama stakeholder terkait di Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu," ungkapnya.
Meski belum dapat memastikan sumber asap, BPBD membuka kemungkinan adanya kebakaran vegetasi. Salah satu dugaan yang masih dikaji yakni munculnya percikan api akibat gesekan ranting yang kemudian merembet ke bagian lain.
"Bisa dimungkinkan adanya gesekan ranting yang bisa memicu terjadinya api lalu merembet ke dahan maupun ranting di sana," ujarnya.
Namun, BPBD belum menyimpulkan bahwa kepulan asap tersebut merupakan kebakaran hutan. Petugas masih melakukan pemantauan untuk memastikan lokasi, luasan, serta penyebab munculnya asap.
Ismanto menegaskan perkembangan kondisi di sekitar kawasan Gunung Raung terus dipantau bersama pihak terkait. Apabila kondisi memungkinkan, petugas akan melakukan pengecekan lebih lanjut terhadap sumber kepulan asap tersebut.
Hingga Rabu siang, belum ada laporan mengenai erupsi Gunung Raung. Kepulan asap yang terlihat juga belum dapat dipastikan berasal dari titik tertentu di kawasan hutan.
BPBD mengimbau masyarakat tidak panik dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait kemunculan asap tersebut. Masyarakat diminta mengikuti perkembangan informasi dari petugas dan instansi berwenang. (ep)

