ASDP Siagakan Tugboat dan Tambah Kapal Hadapi Cuaca Ekstrem di Selat Bali

1aas1.jpg Suasana Pelabuhan ASDP Ketapang Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem di wilayah perairan Selat Bali pada periode Maret hingga April tahun ini. Pada periode tersebut, tinggi gelombang di perairan selatan Jawa hingga Nusa Tenggara Timur diperkirakan berada di kisaran 1,25 hingga 2,5 meter.


Menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi bertepatan dengan periode arus mudik Idulfitri, PT ASDP Indonesia Ferry menyiapkan sejumlah langkah antisipasi. Selain terus berkoordinasi dengan BMKG, ASDP juga menambah jumlah kapal yang beroperasi, menyiagakan kapal penarik atau tugboat, serta menempatkan ratusan personel untuk berjaga selama 24 jam.


Corporate Secretary PT ASDP Indonesia Ferry, Windy Andale, menjelaskan bahwa tugboat disiapkan untuk membantu manuver kapal saat menghadapi kondisi cuaca buruk seperti angin kencang maupun arus laut yang kuat.


“Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat. Di lintasan Ketapang–Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 menjadi 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang selama periode trafik tinggi,” kata Windy.


Selain itu, ratusan personel juga dikerahkan guna membantu pengaturan arus kendaraan yang keluar masuk pelabuhan selama masa angkutan Lebaran. Personel tersebut merupakan gabungan dari unsur TNI, Polri, serta otoritas kepelabuhanan.


Windy menyebutkan, total 350 personel disiagakan di Pelabuhan Ketapang, sementara 250 personel lainnya ditempatkan di Pelabuhan Gilimanuk.


“Untuk mendukung kelancaran operasional, ASDP bersama pemangku kepentingan menyiapkan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk. Mereka akan ditempatkan di area pelabuhan, buffer zone, serta titik-titik krusial lainnya,” tambahnya.


Berbagai langkah tersebut dilakukan seiring dengan prediksi peningkatan jumlah penumpang pada musim mudik tahun ini. ASDP memperkirakan volume penumpang pada Angkutan Lebaran 2026 meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.


Secara nasional, pergerakan masyarakat diperkirakan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan selama periode mudik Lebaran.


“Khusus untuk lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diprediksi meningkat sekitar 10 persen dan kendaraan naik 9,3 persen dibanding periode sebelumnya. Sementara arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa juga diproyeksikan mengalami kenaikan, dengan pertumbuhan sekitar 9,5 persen pada penumpang dan 8,7 persen pada kendaraan,” jelas Windy.


ASDP juga mengimbau masyarakat yang akan menyeberang agar merencanakan perjalanan sejak jauh hari dengan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang dapat dipesan hingga H-60 sebelum keberangkatan.


“Hindari membeli tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar,” pungkasnya.


Melalui aplikasi Ferizy, pengguna jasa juga mendapatkan fleksibilitas dalam perjalanan, termasuk fasilitas refund dengan potongan 25 persen serta reschedule dengan potongan 10 persen dari harga tiket, sehingga penumpang dapat menyesuaikan jadwal perjalanan jika terjadi perubahan kondisi cuaca. (ep)