Proses Penyelamatan Balita 3 Tahun di Gambiran, Banyuwangi yang Terjatuh ke Sumur (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Seorang balita perempuan berusia tiga tahun di Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, nyaris kehilangan nyawa setelah terjatuh ke dalam sumur sedalam sekitar 18 meter. Beruntung, korban berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup oleh petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi.
Peristiwa itu terjadi di Dusun Krajan II, Desa Gambiran, Kecamatan Gambiran, Kamis (18/6/2026) petang.
Korban diketahui berinisial MCN (3). Kejadian pertama kali dilaporkan oleh kakeknya, Edy Sukarno, kepada petugas Damkarmat Sektor Genteng sekitar pukul 17.55 WIB.
Koordinator Damkarmat Sektor Genteng, Sutikno, mengatakan pihaknya langsung bergerak menuju lokasi begitu menerima laporan adanya balita yang terperosok ke dalam sumur.
"Kami menerima laporan bahwa seorang anak usia tiga tahun terjatuh ke dalam sumur dengan kedalaman kurang lebih 18 meter. Tim langsung berangkat dan melakukan penanganan darurat di lokasi," kata Sutikno.
Setibanya di lokasi, petugas segera menyiapkan peralatan penyelamatan berupa tangga, tripod, katrol, tali karmantel, body harness, serta perlengkapan penerangan.
Menurut Sutikno, proses evakuasi dilakukan dengan menurunkan tangga ke dalam sumur. Seorang petugas kemudian turun secara perlahan untuk menjangkau korban yang masih berada di dasar sumur.
"Alhamdulillah saat ditemukan, korban masih dalam kondisi sadar dan hidup. Petugas kemudian mengamankan korban dan mengangkatnya secara perlahan ke permukaan menggunakan sistem penyelamatan yang sudah dipersiapkan," ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung sekitar 15 menit dan berhasil diselesaikan pada pukul 18.20 WIB.
Meski selamat, korban mengalami sejumlah luka ringan akibat insiden tersebut.
"Korban mengalami luka gores pada bagian punggung kanan atas dan lutut kanan. Setelah berhasil dievakuasi, korban langsung dibawa ke RS Huda untuk mendapatkan pemeriksaan medis lebih lanjut," terang Sutikno.
Ia menambahkan keberhasilan penyelamatan tidak lepas dari respons cepat petugas serta dukungan warga sekitar yang turut membantu proses evakuasi.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan area sumur memiliki penutup dan pengaman yang memadai agar kejadian serupa tidak terulang, terutama di rumah yang memiliki anak-anak," pungkasnya.
Selain personel Damkarmat dan Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), proses evakuasi juga melibatkan unsur kepolisian, staf kecamatan, serta warga sekitar lokasi kejadian. Situasi selama proses penyelamatan berlangsung aman dan lancar. (ep)

