Plt. Kepala Dispendik Banyuwangi Menerima Kunjungan Dispendik Kabupaten Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi menerima kunjungan studi tiru dari Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan di Aula Dinas Pendidikan Banyuwangi, Jalan Agus Salim, Jumat (02/10/2026).
Kunjungan ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan praktik baik untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan, khususnya dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Hingga pertengahan 2026, sebanyak 3.259 ATS berhasil kembali melanjutkan pendidikan sejak Program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan) diluncurkan pada 2023.
Rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan disambut langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Alfian, didampingi Kepala Bidang Pendidikan Masyarakat (Dikmas), Lina Kamalin, serta Kepala Bidang Sekolah Dasar (SD), Sutikno, dan jajaran terkait.
Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi, Alfian, menyampaikan bahwa kunjungan studi tiru tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antardaerah melalui pertukaran pengalaman, wawasan, dan inovasi di bidang pendidikan.
“Melalui kunjungan ini, kami berharap dapat berbagi pengalaman dan praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan, sekaligus memperkuat sinergi antardaerah untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” ujar Alfian.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Tri Krisni Astuti, mengatakan Banyuwangi dipilih sebagai tujuan studi tiru karena memiliki sejumlah inovasi yang dapat dijadikan referensi untuk menyempurnakan program pendidikan di Kabupaten Pasuruan.
Salah satu fokus yang ingin dipelajari adalah penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), terutama upaya meningkatkan efektivitas program agar mampu menekan jumlah anak yang tercatat dalam kategori ATS berdasarkan data pokok pendidikan (Dapodik).
“Kami ingin mengambil hal-hal baik dari Banyuwangi yang nantinya dapat diterapkan untuk menyempurnakan program dan kegiatan di Kabupaten Pasuruan. Salah satu fokus kami adalah penanganan ATS, agar manfaat program semakin meningkat dan jumlah anak yang masuk dalam data ATS dapat terus dikurangi,” ungkap Tri.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Didik Suriyanto, menyebut inovasi penanganan ATS di Banyuwangi dapat menjadi referensi untuk mengembangkan program serupa di daerahnya.
Menurutnya, pertukaran pengalaman ini diharapkan mampu mendorong lahirnya inovasi baru sekaligus memotivasi lembaga pendidikan, khususnya jenjang sekolah menengah pertama (SMP), untuk meningkatkan peran dalam penanganan anak tidak sekolah.
“Setelah menyerap berbagai inovasi penanganan ATS di Banyuwangi, kami berharap hal ini bisa menjadi referensi bagi Kabupaten Pasuruan untuk semakin meningkatkan inovasi dalam menyelesaikan persoalan ATS. Kami juga berharap pengalaman ini dapat memotivasi lembaga-lembaga SMP di Kabupaten Pasuruan,” kata Didik.
Rangkaian kegiatan studi tiru tersebut berlanjut pada Sabtu (03/10/2026) melalui kunjungan ke SMP Negeri 3 Banyuwangi. Dalam agenda ini, rombongan Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan melihat secara langsung praktik penyelenggaraan dan pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan.
Melalui kunjungan tersebut, diharapkan terjalin kolaborasi yang berkelanjutan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Pasuruan. Pertukaran praktik baik ini juga diharapkan dapat menjadi bekal dalam mengembangkan program pendidikan yang lebih inovatif, efektif, dan berdampak bagi masyarakat.
Semangat berbagi, belajar, dan bergerak bersama menjadi bagian dari upaya mewujudkan layanan pendidikan yang semakin berkualitas serta memastikan semakin banyak anak memperoleh kesempatan untuk mengenyam pendidikan. (*)

