58 Biksu Thudong Lintas Negara Lanjutkan Perjalanan dari Banyuwangi ke Borobudur

1bia.jpg Para Biksu Melanjutkan Perjalanan Setelah Singgah di Candi Manggala Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Rombongan Bhikkhu/Biksu Thudong lintas negara yang mengikuti perjalanan spiritual bertajuk "Indonesia Walk for Peace 2026" melanjutkan perjalanan dari Banyuwangi menuju Pasuruan, Selasa (12/05/2026). Sebelumnya, para bhikkhu sempat singgah dan beristirahat di Banyuwangi usai menempuh perjalanan dari Pulau Bali.


Sebanyak 58 bhikkhu dari berbagai negara seperti Thailand, Laos, Malaysia, dan Indonesia itu berjalan kaki menuju Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, untuk mengikuti rangkaian perayaan Tri Suci Waisak 2570 BE yang puncaknya digelar pada 31 Mei mendatang.


Perjalanan spiritual tersebut menjadi perhatian masyarakat Banyuwangi. Sepanjang perjalanan, warga tampak antusias menyambut kedatangan para bhikkhu di pinggir jalan. Bahkan, sejumlah warga dan anak-anak menerima bingkisan yang dibagikan rombongan bhikkhu.


Selama singgah di Banyuwangi, para bhikkhu menjalani sejumlah ritual keagamaan di Candi Manggala, termasuk pembacaan paritta bersama umat Buddha setempat.


Bhante Teja Puno mengatakan perjalanan spiritual itu bukan hanya bagian dari perayaan Waisak, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan Candi Borobudur kepada dunia internasional.


“Masih banyak bhikkhu dari luar negeri yang belum mengetahui secara langsung tentang Candi Borobudur. Karena itu perjalanan ini sekaligus mengenalkan Borobudur sebagai situs Buddhis dunia,” ujarnya.


Menurutnya, perjalanan lintas pulau tersebut juga membawa pesan perdamaian dan persaudaraan antarumat manusia tanpa membedakan negara maupun latar belakang.


Sementara itu, Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Buddha Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur, Ketut Panji Budiawan, menyebut kegiatan "Indonesia Walk for Peace" memiliki makna spiritual yang mendalam.


“Ini bukan hanya perjalanan fisik semata, tetapi juga perjalanan batin untuk menyebarkan nilai kedamaian, kebajikan, dan harmoni kepada masyarakat,” katanya.


Ia menjelaskan, dalam perjalanan menuju Borobudur, para bhikkhu tidak seluruhnya berjalan kaki. Beberapa di antaranya menyesuaikan kondisi fisik dengan menggunakan transportasi darat maupun udara.


Usai beristirahat di Banyuwangi, rombongan kembali melanjutkan perjalanan menuju kota berikutnya di Jawa Timur sebelum akhirnya tiba di Candi Borobudur, Magelang. (ep)