Penyuluh Buddha Banyuwangi Adakan Gerakan Peduli Lingkungan di Pantai Pulau Merah Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Bertempat di Candi Tejowangi Pulau Merah, sebuah kegiatan penyuluhan dan Ekoteologi yang penuh makna dilaksanakan di Pantai Pulau Merah, tepatnya di sekitar Candi Tejo Wangi pada Jumat (17/04/2026). Kegiatan ini merupakan inisiatif dari PPABDI (Perkumpulan Penyuluh Agama Buddha Dhammaghosaka Indonesia) Jawa Timur, yang bekerja sama dengan OSOJI Banyuwangi, serta didukung oleh pengawas pendidikan Agama Buddha Kabupaten Banyuwangi dan berbagai majelis agama Buddha di wilayah setempat.
Majelis-majelis agama Buddha di Banyuwangi yang terlibat antara lain PC Majelis Agama Buddha Theravadha Indonesia (Magabudhi), PC Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), PC Walubi Banyuwangi, PC Wanita Theravadha Indonesia (Wandhani), PC Wanita Buddhis Indonesia (WBI), dan PC Pemuda Theravadha Indonesia (PATRIA), serta sejumlah pengurus Vihara di Banyuwangi, seperti Vihara Dhamma Agung, Vihara Dhamma Kerti, Vihara Dhamma Manggala, Vihara Yukti, dan Vihara Ratanaloka Dhamma.
Kegiatan diawali dengan rapat kerja PPABDI Banyuwangi sekaligus dihadiri oleh Ketua PPABDI Jawa Timur Setyorini, S.Ag. Rapat berlangsung dari pukul 08.00 hingga 11.00 WIB, yang kemudian dilanjutkan dengan acara makan bersama. Setelah itu, para peserta melanjutkan acara dengan pelepasan satwa atau Fangshen di Sungai Gonggo, berupa ikan lele, serta penanaman pohon buah alpukat di lahan sekitar Vihara Dhamma Agung.
Kemudian puncak dari kegiatan ini adalah aksi nyata untuk menjaga kebersihan lingkungan, yakni gerakan petik sampah atau membersihkan pantai Pulau Merah. Di sepanjang pantai, banyak terlihat sampah yang berserakan, yang menjadi bukti ketidakpedulian sebagian terhadap kebersihan masyarakat dan kesehatan lingkungan, khususnya di pantai yang menjadi salah satu destinasi wisata unggulan di Banyuwangi ini.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peka terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dan tidak membuang sampah sembarangan. Gerakan ini sejalan dengan program Ekoteologi Kementerian Agama Republik Indonesia.
Program Ekotelogi sejalan yang dicanangkan oleh OSOJI Banyuwangi yang hadir memberikan penyuluhan kepada Pentuluh Agama Buddha. Ketua Osoji Banyuwangi dr. Bintari Wuryaningsih memberikan penyuluhan akan pentingnya menjaga dan mendorong terciptanya lingkungan yang sehat.
“Ini adalah langkah konkret dari kita semua dalam mendukung program ekoteologi dan menjaga lingkungan. Bersama-sama kita bisa menciptakan perubahan untuk alam dan Masyarakat diawali dengan peduli akan kebersihan lingkungan sekitar,” ujar perwakilan Penyuluh Agama Buddha.
Gerakan ini juga menjadi wujud penerapan program tersebut, yang bertujuan untuk mengedukasi masyarakat agar lebih peduli terhadap lingkungan dan bersama-sama menjaga kebersihan serta kesehatan alam, demi masa depan yang lebih baik. (*)

