Bocah 7 Tahun di Banyuwangi Ditemukan Meninggal Tenggelam di Sungai Belakang Sekolah

1syuvyu.jpg Lokasi Bocah Berusia 7 Tahun di Jajag Gambiran Ditemukan Meninggal (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Seorang bocah laki-laki berusia 7 tahun ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di sungai di Dusun Petahunan, Desa Jajag, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Selasa (10/03/2026).


Korban, ABN (7), merupakan pelajar kelas 1 MIN Jajag yang tinggal di Dusun Petahunan, Desa Jajag. Jasad korban ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB di aliran sungai yang berada di belakang SDN 6 Jajag.


Kapolsek Gambiran AKP Dwi Wijayanto mengatakan, peristiwa bermula saat korban bermain di sekitar sungai bersama tiga temannya sekitar pukul 12.00 WIB.


“Korban saat itu bermain bersama teman-temannya di sekitar sungai. Sandal milik korban terjatuh ke dalam sungai sehingga korban berinisiatif mengambilnya dengan menceburkan diri,” kata AKP Dwi Wijayanto.


Namun setelah masuk ke sungai, korban tidak terlihat muncul kembali ke permukaan. Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban segera berlari ke rumah untuk memberitahukan kepada orang tua korban.


Mendapat kabar itu, ayah korban kemudian melaporkan kejadian tersebut kepada Kepala Dusun Petahunan. Informasi tersebut selanjutnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Jajag untuk dilakukan pencarian.


“Setelah menerima laporan, petugas bersama perangkat desa dan warga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi. Sekitar pukul 15.30 WIB korban akhirnya ditemukan di aliran sungai berjarak kurang lebih 10 meter dari titik awal tenggelam,” ujar AKP Dwi Wijayanto.


Korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke RS Ar-Rohmah Jajag untuk dilakukan pemeriksaan medis. Dari hasil pemeriksaan luar oleh tenaga kesehatan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.


“Berdasarkan hasil pemeriksaan medis, tidak ditemukan tanda kekerasan pada tubuh korban. Diduga korban meninggal dunia akibat tenggelam,” jelasnya.


AKP Dwi Wijayanto menambahkan, pihak keluarga korban telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi.


“Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Jenazah korban kemudian dibawa ke rumah duka untuk dimakamkan di TPU Bonawi Desa Jajag,” pungkasnya.


Polisi juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak saat bermain, terutama di area sungai atau perairan yang berpotensi membahayakan. (ep)