Cek EWS di Grajagan, BPBD Banyuwangi Pastikan Sistem Peringatan Dini Tsunami Berfungsi Normal

2ubui.jpg Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi melakukan pengecekan performa Early Warning System (EWS) atau sistem peringatan dini tsunami di kawasan Pantai Grajagan, Kecamatan Purwoharjo. Langkah tersebut dilakukan menyusul peringatan dini cuaca dari BMKG terkait potensi gelombang tinggi yang berpeluang terjadi di perairan selatan Jawa Timur.


Pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat EWS berfungsi optimal dan siap digunakan sewaktu-waktu apabila terjadi kondisi darurat di wilayah pesisir selatan Banyuwangi.


Agen Informasi Bencana BPBD Banyuwangi, Ismanto mengatakan, pemeriksaan meliputi fungsi sirine, jaringan komunikasi, sumber daya listrik, hingga sistem kendali yang menjadi bagian dari perangkat peringatan dini tsunami.


"Kami melakukan pengecekan menyeluruh terhadap sistem EWS di Grajagan untuk memastikan alat dapat beroperasi dengan baik. Ini sebagai langkah antisipasi menyusul adanya informasi BMKG terkait potensi gelombang tinggi di perairan selatan," kata Ismanto, Rabu (03/06/2026).


Menurut Ismanto, hasil pengecekan menunjukkan seluruh perangkat masih dalam kondisi baik dan dapat dioperasikan sebagaimana mestinya. Saat dilakukan uji fungsi, sirine peringatan dini juga terdengar dengan jelas di kawasan sekitar pantai.


"Kami memastikan sistem masih responsif dan tidak ditemukan kendala berarti. Sirine berfungsi normal sehingga apabila sewaktu-waktu dibutuhkan dapat segera digunakan untuk memberikan informasi kepada masyarakat," ujarnya.


Selain pengecekan alat, BPBD juga mengingatkan masyarakat pesisir, nelayan, dan wisatawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan kondisi cuaca dan gelombang laut yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.


Ismanto menjelaskan, peringatan gelombang tinggi yang dikeluarkan BMKG tidak selalu berujung pada kondisi darurat. Namun kesiapsiagaan tetap perlu dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.


"Kami mengimbau masyarakat agar tidak panik, tetapi tetap waspada. Ikuti informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Jika ada aktivitas di laut maupun di kawasan pantai selatan, perhatikan perkembangan cuaca dan kondisi gelombang," katanya.


BPBD Banyuwangi juga terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik EWS yang tersebar di kawasan rawan bencana pesisir selatan. Pemeriksaan berkala dilakukan untuk memastikan seluruh perangkat siap digunakan sebagai sarana peringatan dini apabila terjadi ancaman tsunami maupun bencana lainnya.


"Kesiapan alat menjadi bagian penting dalam mitigasi bencana. Karena itu kami rutin melakukan pengecekan agar saat dibutuhkan sistem dapat bekerja secara maksimal dan masyarakat bisa menerima informasi peringatan dengan cepat," pungkas Ismanto. (ep)