Petugas Mengevakuasi Pria dengan Bobot Sekitar 200 Kilogram di Banyuwangi (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi kembali menangani kejadian nonkebakaran. Kali ini, petugas mengevakuasi seorang pria dengan obesitas yang diperkirakan memiliki berat badan sekitar 200 kilogram karena tidak mampu berpindah dari ruang tengah menuju kamar tidurnya, Jumat (10/07/2026).
Laporan diterima Damkarmat sekitar pukul 11.00 WIB. Tak lama kemudian, Regu Brama 2 bersama personel lainnya diberangkatkan menuju lokasi di wilayah Banyuwangi. Tim juga berkoordinasi dengan PMI untuk memastikan proses evakuasi berjalan aman.
Kepala Dinas Damkarmat Banyuwangi, Edy Supriyono, mengatakan korban sebelumnya masih sempat beraktivitas pada Kamis (9/7). Namun pada malam harinya kondisi korban mendadak melemah hingga tidak mampu berdiri.
"Menurut keterangan keluarga, korban masih sempat berjalan ke depan rumah pada siang hari. Tetapi pada malam harinya kondisinya melemah, mengalami kram, sehingga tidak bisa berdiri maupun berpindah tempat secara mandiri," kata Edy.
Keluarga bersama warga sekitar sempat mencoba memindahkan korban ke kamar tidur. Namun upaya itu tidak berhasil karena korban berada dalam posisi duduk miring dan memiliki bobot tubuh yang cukup besar.
"Karena perkiraan berat badan korban mencapai sekitar 200 kilogram, keluarga mengalami kesulitan untuk memindahkan. Akhirnya mereka meminta bantuan kepada Damkarmat agar proses evakuasi dapat dilakukan dengan aman," ujarnya.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan asesmen dan menentukan teknik evakuasi yang paling aman bagi korban. Peralatan khusus seperti katrol, tali webbing, body harness, karabiner, hingga unit Fire and Rescue dikerahkan dalam proses tersebut.
"Evakuasi tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Keselamatan korban menjadi prioritas, begitu juga keselamatan petugas. Karena itu kami menggunakan peralatan rescue agar pemindahan bisa dilakukan secara bertahap dan meminimalkan risiko cedera," jelas Edy.
Ia menambahkan, koordinasi dengan PMI juga dilakukan selama proses evakuasi agar apabila sewaktu-waktu kondisi korban berubah, penanganan medis dapat segera diberikan.
"Alhamdulillah proses evakuasi berjalan lancar. Korban berhasil dipindahkan dengan aman dan selanjutnya kami serahkan kembali kepada pihak keluarga untuk mendapatkan penanganan lanjutan," katanya.
Edy menegaskan, layanan Damkarmat tidak hanya menangani kebakaran, tetapi juga berbagai kondisi kedaruratan nonkebakaran yang membutuhkan kemampuan penyelamatan.
"Masih banyak masyarakat yang mengira tugas Damkar hanya memadamkan api. Padahal kami juga memberikan layanan rescue, mulai dari evakuasi warga yang mengalami keterbatasan mobilitas, penyelamatan hewan, hingga berbagai kondisi darurat lainnya. Selama membutuhkan penanganan penyelamatan dan masyarakat tidak mampu mengatasinya sendiri, kami siap membantu," pungkasnya. (ep)

