Warung dan Rumah di Muncar Banyuwangi Ludes Terbakar, Diduga Dipicu Kebocoran Selang LPG

1auibi.jpg Kebakaran Rumah dan Warung di Muncar, Banyuwangi (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai warung di Jalan Raya Muncar, Dusun Muncar, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, ludes terbakar, Selasa (07/07/2026) dini hari. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kerugian akibat kebakaran diperkirakan mencapai Rp 175 juta.


Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Banyuwangi Edy Supriyono mengatakan, laporan kebakaran diterima melalui Call Center 112 sekitar pukul 00.09 WIB dari seorang warga. Tak lama berselang, petugas dari Sektor Srono dan Sektor Genteng langsung diterjunkan ke lokasi.


"Begitu menerima laporan, operator langsung meneruskan informasi kepada petugas piket. Tim bergerak cepat menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 00.23 WIB untuk segera melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas," kata Edy.


Setibanya di lokasi, petugas terlebih dahulu melakukan pengamatan dari jarak aman untuk mengetahui titik api dan kondisi bangunan. Setelah itu, tim menggelar peralatan pemadam berupa selang, nozzle, dan suplai air sebelum melakukan penyemprotan ke titik kobaran.


Menurut Edy, proses pemadaman difokuskan pada bangunan warung yang menjadi titik awal kebakaran sekaligus melindungi rumah di bagian belakang agar api tidak menjalar lebih luas.


"Petugas melakukan penyemprotan langsung ke sumber api sekaligus melakukan perlindungan pada sisi bangunan lainnya. Setelah api berhasil dikendalikan, kami lanjutkan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi menimbulkan kebakaran kembali," ujarnya.


Dari hasil asesmen sementara, kebakaran diduga bermula saat pemilik rumah, Sayati (60), sedang memasak di warung menggunakan kompor berbahan bakar LPG. Tiba-tiba api membesar dan tidak bisa dikendalikan.


"Dugaan sementara sumber api berasal dari kebocoran pada selang regulator tabung LPG. Saat digunakan memasak, kebocoran tersebut memicu munculnya api yang kemudian cepat membesar karena di dalam warung terdapat banyak material yang mudah terbakar," jelas Edy.


Korban yang panik kemudian berteriak meminta pertolongan. Warga sekitar berdatangan dan berusaha memadamkan api menggunakan peralatan seadanya. Namun kobaran api telanjur membesar hingga melalap seluruh bangunan warung dan merambat ke rumah.


"Upaya warga patut diapresiasi, tetapi karena api sudah membesar, penanganan membutuhkan peralatan pemadam kebakaran agar penyebarannya bisa dikendalikan. Berkat respons cepat petugas, api berhasil dicegah agar tidak merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi," katanya.


Edy memastikan tidak ada korban meninggal maupun luka dalam kejadian tersebut. Meski demikian, rumah, warung, serta berbagai perabotan rumah tangga hangus terbakar dengan nilai kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 175 juta.


Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menggunakan kompor gas dan tidak mengabaikan kondisi instalasi LPG di rumah.


"Kami mengimbau masyarakat rutin memeriksa kondisi selang, regulator, dan tabung LPG. Jika ditemukan selang retak, regulator longgar, atau tercium bau gas, segera hentikan penggunaan dan lakukan penggantian. Jangan menunggu sampai terjadi kebakaran," tegasnya.


Edy juga meminta masyarakat segera menghubungi Call Center 112 atau Damkarmat Banyuwangi apabila terjadi kebakaran maupun kondisi darurat lainnya.


"Semakin cepat laporan kami terima, semakin cepat pula petugas dapat melakukan penanganan. Respons awal sangat menentukan untuk meminimalkan kerugian dan mencegah api meluas," pungkasnya. (ep)