Tim SAR saat Menandu Peserta Pingsan Gandrung Sewu 2026 di Pantai Boom Marina Banyuwangi (Foto: Basarnas/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Peserta Gandrung Sewu pingsan di Pantai Marina Boom Banyuwangi, Sabtu (24/10/2026). Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi bergerak cepat mengevakuasi penonton tersebut ke tenda medis untuk mendapatkan penanganan petugas kesehatan.
Kesiapsiagaan personel SAR dilakukan untuk mengantisipasi kondisi darurat selama festival budaya tahunan tersebut berlangsung. Petugas memantau situasi dan berkoordinasi dengan panitia, tenaga medis, serta unsur pengamanan agar pertolongan dapat diberikan dengan cepat apabila dibutuhkan.
Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa mengatakan, kehadiran personel SAR merupakan bagian dari dukungan terhadap keselamatan masyarakat dalam kegiatan yang melibatkan banyak peserta dan penonton.
“Kami berupaya memastikan personel selalu siap memberikan bantuan apabila terjadi kondisi darurat. Kesiapsiagaan ini penting agar setiap kejadian yang membutuhkan pertolongan bisa segera ditangani,” ujar Oka.
Salah satu penanganan dilakukan ketika seorang penonton maupun peserta dilaporkan pingsan. Tim SAR kemudian mengevakuasi yang bersangkutan menuju tenda medis untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut oleh petugas kesehatan.
Menurut Oka, kecepatan dalam memberikan pertolongan menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam pelaksanaan tugas di tengah keramaian. Personel harus mampu merespons situasi sekaligus berkoordinasi dengan petugas lain di lokasi.
“Ketika ada laporan orang yang membutuhkan bantuan, personel harus segera merespons dan melakukan penanganan sesuai prosedur. Dalam kejadian ini, penonton yang pingsan kami evakuasi ke tenda medis agar dapat segera ditangani petugas kesehatan,” jelasnya.
Ia menambahkan, penanganan kondisi darurat dalam kegiatan besar tidak bisa dilakukan oleh satu unsur saja. Koordinasi antara Tim SAR, tenaga medis, panitia, dan petugas pengamanan diperlukan agar proses pertolongan berjalan lancar.
“Sinergi dengan seluruh unsur di lapangan sangat penting. Tim SAR menjalankan tugas sesuai kewenangannya, sementara penanganan medis dilanjutkan oleh petugas kesehatan. Dengan koordinasi yang baik, proses evakuasi diharapkan berlangsung cepat dan tepat,” katanya.
Oka menegaskan, keterlibatan personel SAR dalam Gandrung Sewu juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas kemanusiaan. Menurutnya, kesiapan petugas tidak hanya diperlukan saat terjadi bencana, tetapi juga ketika ada kegiatan masyarakat yang berpotensi membutuhkan pertolongan darurat.
“Kami berkomitmen untuk terus hadir memberikan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat. Personel disiagakan untuk membantu apabila terjadi keadaan darurat, termasuk dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti festival ini,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya kerja sama seluruh pihak dalam menjaga keselamatan selama kegiatan berlangsung. Dukungan panitia, petugas medis, unsur pengamanan, dan masyarakat dinilai berperan dalam membantu penanganan kejadian di lapangan.
“Keselamatan harus menjadi perhatian bersama. Kami mengapresiasi koordinasi seluruh unsur yang terlibat sehingga apabila ada kejadian yang membutuhkan pertolongan, penanganan dapat segera dilakukan,” imbuh Oka.
Kantor SAR Banyuwangi menyatakan kesiapsiagaan dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung keselamatan masyarakat. Kehadiran personel diharapkan dapat membantu memberikan respons cepat terhadap situasi darurat selama festival berlangsung. (ep)

