Hujan Perdana Usai Kemarau Panjang Turun di Wilayah Kecamatan Sempu, Banyuwangi (Foto: Eko/BWI24Jam)
BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Hujan yang telah lama dinantikan akhirnya mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Banyuwangi. Meski turun dengan intensitas yang belum terlalu deras, hujan yang membasahi Kecamatan Sempu, Songgon, hingga Singojuruh pada Sabtu (24/10/2026) itu disambut gembira oleh warga.
Bagi sebagian masyarakat, turunnya hujan menjadi berkah tersendiri setelah berbulan-bulan menghadapi cuaca panas dan kondisi lahan yang mengering. Hujan kali ini bahkan disebut sejumlah warga sebagai hujan perdana yang mereka nantikan.
Guyuran hujan juga terlihat di sepanjang jalan raya Sempu menuju Gendoh hingga Singojuruh. Sejumlah pengendara yang melintas memilih menepikan kendaraannya untuk mengenakan mantel hujan. Ada pula yang berteduh sejenak sembari menunggu gerimis mereda sebelum kembali melanjutkan perjalanan.
Kabar turunnya hujan di sejumlah wilayah tersebut juga disampaikan warga melalui laporan mereka. Meski belum merata dan belum turun dengan intensitas tinggi, kedatangan hujan setidaknya membawa suasana berbeda setelah sekian lama wilayah tersebut didominasi cuaca panas.
Dea Saputri, warga Kecamatan Sempu, mengaku bersyukur dengan turunnya hujan. Baginya, hujan kali ini menjadi sesuatu yang dinantikan setelah cuaca panas berlangsung cukup lama.
"Alhamdulillah, akhirnya turun hujan juga. Meskipun belum deras, rasanya senang karena sudah lama menunggu hujan. Semoga setelah ini hujan bisa turun lagi dan semakin merata," ujarnya.
Dea berharap hujan tidak hanya turun sesaat, tetapi berlanjut pada hari-hari berikutnya. Dengan begitu, kondisi lingkungan yang mulai kering bisa kembali membaik dan masyarakat tidak terus-menerus menghadapi cuaca panas.
Harapan serupa disampaikan Abdul Ketep, petani asal Desa Temuguruh, Kecamatan Sempu. Ia mengaku gembira melihat hujan mulai membasahi wilayahnya. Bagi petani, datangnya hujan membawa harapan baru bagi lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air.
"Senang sekali akhirnya hujan turun. Sebagai petani, kami memang menunggu hujan karena sawah membutuhkan air. Mudah-mudahan ini menjadi awal musim hujan dan bukan hanya turun sekali," katanya.
Abdul berharap hujan kembali mengguyur wilayahnya dalam beberapa hari ke depan. Ia ingin air hujan bisa membasahi area persawahan secara lebih merata sehingga membantu persiapan lahan dan mendukung kegiatan pertanian.
"Kalau hujan bisa rutin turun, tentu kami lebih tenang. Harapannya sawah kembali mendapat cukup air, sehingga petani bisa mulai mempersiapkan tanam dengan lebih baik," tuturnya.
Meski hujan mulai turun di sejumlah wilayah, awal musim hujan di Banyuwangi diperkirakan belum berlangsung merata. Prakirawan BMKG Kelas II Banyuwangi Cahyo Listiantono menyebut awal musim hujan tahun ini diprediksi mundur hingga pekan terakhir.
"Banyuwangi sendiri yang biasanya itu bulan Oktober ini kita sudah mulai ada di musim peralihan, Nah, ini mundur di sekitar minggu terakhir November atau sekitar dasarian 3 November,” kata Cahyo
Kecamatan Genteng, Glenmore, Kalibaru, dan Sempu diperkirakan menjadi wilayah yang lebih dahulu memasuki musim hujan. Sementara itu, hujan diprediksi meluas secara bertahap ke wilayah lain hingga Desember 2026. Puncak musim hujan di Banyuwangi diperkirakan terjadi pada Januari hingga Februari 2027.
Dengan prediksi tersebut, hujan yang turun saat ini menjadi kabar menggembirakan bagi warga, terutama petani yang menantikan ketersediaan air untuk lahan pertanian. Meski begitu, masyarakat tetap perlu mencermati perkembangan informasi cuaca karena turunnya hujan di suatu wilayah belum tentu menandakan musim hujan telah dimulai secara menyeluruh. (ep)

