Dinilai Jadi Barometer LKP di Indonesia, Desy Education Banyuwangi Jadi Lokasi Riset UNESA

1ayuau.jpg Tim Penelitian Prodi Pendidikan Nonformal S2 UNESA di LKP Desy Education Banyuwangi (Foto: Riqi/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Desy Education Banyuwangi kembali mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Program Studi S2 Pendidikan Luar Sekolah (PLS), Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya (UNESA), memilih Desy Education sebagai lokasi penelitian, Jumat (21/08/2026).


Penelitian tersebut mengkaji sinergi strategi pembelajaran kontekstual dengan kegiatan peserta didik di tempat magang, termasuk bagaimana proses pembelajaran di LKP dapat menjawab kebutuhan dunia kerja.


Dosen Prodi Pendidikan Nonformal UNESA, Wiwin Yulianingsih, mengatakan Desy Education dipilih karena memiliki prestasi tingkat nasional dan dinilai menjadi salah satu barometer lembaga kursus dan pelatihan di Indonesia.


“Ini lembaga yang recommended untuk pendidikan kursus dan pelatihan yang langsung bekerja,” ujar Wiwin.


Menurutnya, penelitian tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Hasil penelitian nantinya disusun dalam laporan dan ditargetkan menghasilkan publikasi jurnal nasional SINTA 2.


Direktur LKP Desy Education mengatakan, lembaganya telah beberapa kali menjadi tujuan perguruan tinggi untuk kegiatan penelitian, studi banding, studi tiru hingga pengabdian.


“Desy Education memiliki prestasi di tingkat nasional, sehingga dijadikan salah satu barometer oleh perguruan tinggi,” katanya.


Menurutnya, akademisi tertarik menggali tata kelola Desy Education, mulai dari rekrutmen peserta, proses pembelajaran, magang, penempatan kerja hingga pendampingan peserta sampai berhasil. Pola tersebut diharapkan dapat menjadi referensi atau role model bagi lembaga pendidikan lainnya.


Sementara itu, Nita Lutfia, tim penelitian S2 PLS UNESA, mengatakan pihaknya ingin melihat bagaimana Desy Education menerapkan pembelajaran kontekstual sekaligus membangun branding edukatif.


“Kita ingin menggali pembelajaran kontekstual di LKP Desy,” ungkapnya.


Nita juga menyoroti capaian peserta didik Desy Education yang telah bekerja hingga ke luar negeri.


Salah satu peserta didik, Ayu Kusumawardhani, mengaku memilih Desy Education karena memiliki citra baik di masyarakat. Menurutnya, pembelajaran yang diberikan tidak hanya teori, tetapi juga praktik.


“Di sini kita disiapkan untuk siap bekerja, dari materi sampai praktik,” kata Ayu.


Penelitian tersebut diharapkan turut memperkuat posisi LKP sebagai pendidikan nonformal yang mampu menghubungkan proses belajar dengan kebutuhan nyata dunia kerja. (*Adv)