Ditinggal Halal Bihalal, Rumah Warga Singojuruh Banyuwangi Dilahap Api

kondisi_rumah_kebkaran_bwi2025_cantuk.jpg Kondisi Rumah di Desa Cantuk, Kec. Singojuruh, Kab. Banyuwangi Usai Kebakaran (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, Banyuwangi - Rumah warga Desa Cantuk, Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi ludes terbakar, Rabu (02/04/2025). Rumah dalam kondisi kosong ditinggal pemiliknya ketika api melahap atap bangunan beserta isi di dalamnya.


Anggota Damkarmat Sektor Genteng Irfan Muklisin menyebut rumah terbakar itu milik Abidin (46). Saat api membakar rumah korban, ia menyebut pemilik sedang halal bihalal ke rumah tetangga dan saudaranya.


"Pemilik rumah tidak mengetahui rumahnya terbakar dikarenakan sedang halal bihalal," terang Irfan.


Kebakaran kali pertama oleh tetangga korban. Saat itu tetangganya mencium bau kayu terbakar dan terdengar letupan dari rumah Abidin.


Tak berlangsung lama api lalu menggerogoti atap rumah milik Abidin. Secepat itu api kemudian melahap isi di dalam rumah korban.


Karena curiga, tetangga lalu keluar rumah. Saat itu sekira pukul 10.10 WIB. Begitu keluar, tetangganya tersebut melihat api sudah membesar di bagian atap rumah milik Abidin.


Kontan tetangganya berteriak kebakaran dan meminta tolong. Teriakannya didengar saksi warga sekitar yang segera berdatangan ke lokasi kejadian.


Warga kemudian berupaya memadamkan api yang membakar rumah terbuat dari kayu itu. Namun, api terlanjur membesar dan melahap nyaris seluruh bagian bangunan.


Kejadian itu segera dilaporkan ke Damkar Banyuwangi yang menerjunkan dua armada dari Sektor Genteng dan Srono. Saat tim pemadam sampai di lokasi, warga berhasil memadamkan api yang membakar rumah Abidin.


"Saat tiba di lokasi api sudah dipadamkan oleh warga. Kami kemudian melakukan overhaul untuk memastikan titik api sudah benar-benar padam," kata Irfan.


Penyebab kebakaran, lanjut dia, diduga akibat sisa puntung rokok yang mengenai kasur. Bagian kasur yang terbakar lalu merembet ke bangunan lain dan perabotan rumah.


"Akibat kejadian itu, korban menderita kerugian sekira Rp10 juta," ujarnya. (ep)