Dramatis! Sapi di Blimbingsari Banyuwangi Terperosok ke Sumur 12 Meter, Dievakuasi Pakai Rescue Tripod

1avsb.jpg Petugas Damkarmat dan Warga saat Mengevakuasi Sapi (Foto: Damkarmat/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI - Aksi penyelamatan dramatis dilakukan tim Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Banyuwangi. Seekor sapi milik warga Dusun Pekiwen, Desa Kaligung, Kecamatan Blimbingsari, terperosok ke dalam sumur sedalam 12 meter, Jumat (03/04/2026) pagi.


Petugas harus berjibaku selama lebih dari satu jam menggunakan peralatan khusus rescue untuk mengangkat hewan ternak berbobot ratusan kilogram tersebut dari dasar sumur yang sempit.


Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Banyuwangi Edy Supriyono, mengungkapkan bahwa laporan masuk sekira pukul 08.37 WIB dari pemilik sapi bernama Paidi (36). Saat itu, kondisi sapi sudah terendam air di dasar sumur yang cukup dalam.


"Kami segera menerjunkan Regu Brama 3 ke lokasi setelah menerima laporan ada sapi rawatan warga yang masuk ke sumur sedalam 12 meter. Ini evakuasi yang cukup menantang karena kedalamannya dan ruang gerak yang sangat terbatas di dalam sumur," ujar Edy.


Edy menjelaskan, strategi pertama yang dilakukan petugas adalah memastikan sapi tidak tenggelam atau kelelahan karena terendam air dalam waktu lama.


"Langkah awal, tim kami menurunkan debit air menggunakan mesin pompa. Ini penting untuk keselamatan sapi dan personel yang akan turun ke bawah. Setelah air surut, anggota rescue turun menggunakan body harness untuk mengikatkan tali karmantel ke badan sapi secara presisi," jelas Edy.


Proses pengangkatan tidak bisa dilakukan secara manual hanya dengan tangan kosong. Petugas harus merakit instalasi rescue tripod tepat di atas bibir sumur.


"Karena bebannya berat, kami menggunakan alat hand winch rescue yang ditopang tripod. Sistem katrol mekanik ini memungkinkan kita menarik sapi ke atas secara perlahan tanpa melukai hewan tersebut. Keselamatan personel yang di bawah dan kondisi sapi menjadi prioritas utama kami," tambahnya.


Detik-detik sapi mencapai permukaan tanah disambut antusias oleh warga sekitar. Setelah berhasil ditarik ke area aman, sapi tersebut dinyatakan selamat.


"Alhamdulillah, pada pukul 10.16 WIB, sapi berhasil dievakuasi dalam kondisi hidup. Setelah dilakukan pengecekan kondisi fisik, sapi langsung kami serahkan kembali kepada pemiliknya dalam keadaan sehat meski sempat syok," kata Edy.


Edy Supriyono pun mengapresiasi kerja sama antara personelnya, Aginsena BPBD, dan warga yang bahu-membahu menarik tali bersama-sama. Ia mengingatkan warga untuk lebih waspada menjaga ternaknya.


"Kami mengimbau kepada warga, terutama pemilik ternak, agar memberikan pagar pengaman atau menutup sumur yang berada di sekitar area kandang. Kejadian ini menjadi pengingat bahwa potensi bahaya bisa datang kapan saja, dan kami dari Damkarmat selalu siap siaga 24 jam untuk melayani penyelamatan darurat seperti ini," pungkasnya. (ep)