Razia Pengamen di Lampu Merah Genteng, Petugas: Ada yang Bawa Anak hingga Kocar-kacir

1rtayv.jpg Petugas Satpol PP saat Tertibkan Pengamen yang Bawa Anak di Genteng (Foto: Istimewa/BWI24Jam)

BWI24JAM.CO.ID, BANYUWANGI – Suasana di pusat keramaian Kecamatan Genteng, Banyuwangi, mendadak riuh pada Senin (30/03/2026) petang. Sejumlah pengamen yang kerap beroperasi di lampu merah Jalan Gajah Mada, tepatnya di perempatan Sun East Mall, Desa Genteng Kulon, kocar-kacir saat melihat kedatangan petugas Trantibum Kecamatan Genteng.


Penertiban yang dimulai pukul 18.30 WIB ini menyasar para penyanyi jalanan yang dinilai mulai mengganggu kenyamanan pengguna jalan dan ketertiban ruang publik. Dalam aksi tersebut, petugas mendapati berbagai modus pengamen, mulai dari pemain gitar solo hingga oknum yang nekat membawa anak kecil saat beraksi.


Staf Trantibum Kecamatan Genteng, Didiet Kuswoyo, menjelaskan bahwa langkah ini diambil menyusul banyaknya aduan masyarakat terkait aktivitas di perempatan padat tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa proses penertiban dilakukan dengan cara-cara yang santun.


"Malam ini kami turun ke lapangan untuk melakukan penertiban di titik-titik rawan gangguan ketertiban, salah satunya di perempatan Suneast Mall ini. Fokus kami adalah pengamen yang masih beroperasi di jam-jam sibuk. Tindakan yang kami ambil sepenuhnya bersifat pencegahan dan preventif, tanpa ada tindakan represif sama sekali," ujar Didiet.


Meskipun petugas datang dengan pendekatan persuasif, kehadiran seragam Satpol PP tetap memicu kepanikan bagi para pengamen. Pantauan di lokasi, beberapa pengamen gitar solo langsung tunggang langgang melarikan diri ke arah gang-gang sempit untuk menghindari pendataan petugas.


Situasi sempat menjadi sorotan warga saat petugas mendapati pengamen yang membawa anak di bawah umur. Fenomena ini menjadi perhatian serius pihak kecamatan karena melibatkan keselamatan anak di area lalu lintas yang padat.


"Tadi memang sempat ada yang lari begitu melihat armada kami datang. Ada yang bawa gitar sendiri, tapi yang sangat kami sayangkan adalah masih adanya pengamen yang membawa anak-anak saat beroperasi di lampu merah. Itu sangat berbahaya, baik bagi si anak maupun bagi pengendara," tutur Didiet.


Didiet menambahkan, para pengamen yang berhasil diamankan kemudian diberikan pembinaan di tempat. Petugas mencatat identitas mereka dan memberikan edukasi mengenai aturan pemanfaatan ruang publik sesuai Perda yang berlaku.


"Kami ajak mereka bicara baik-baik. Kami sampaikan bahwa jalan raya dan lampu merah bukan tempat untuk mencari nafkah dengan cara seperti ini karena berisiko tinggi. Kami ingin Genteng tetap tertib, aman, dan nyaman bagi siapa saja, termasuk para wisatawan yang melintas," imbuhnya.


Penertiban ini bukan yang terakhir. Pihak Trantibum Kecamatan Genteng berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara berkala di zona-zona merah kemacetan dan keramaian. Langkah ini diambil agar fungsi jalan kembali optimal dan tidak ada lagi eksploitasi anak di jalanan.


"Instruksi pimpinan jelas, kedepankan sisi humanis. Kami tidak ingin menyakiti, tapi kami ingin membina. Kami berharap setelah penertiban ini, mereka tidak kembali lagi ke lampu merah. Kami arahkan untuk mencari wadah kesenian yang lebih tepat dan tidak melanggar aturan," tegas Didiet.


Hingga berita ini diturunkan, situasi di perempatan Sun East Mall Genteng telah kembali kondusif. Arus lalu lintas yang sempat melambat akibat aksi kejar-kejaran singkat tersebut kini terpantau lancar terkendali. (ep)_